Direktur Baru CDC Dicopot, Sejumlah Pejabat Senior Mengundurkan Diri secara Mendadak

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Susan Monarez, secara tiba-tiba dicopot hanya sebulan setelah resmi menjabat. Pencopotan tersebut memicu gelombang pengunduran diri dari sejumlah pejabat senior lain di CDC, mengindikasikan krisis internal yang cukup serius di lembaga kesehatan masyarakat utama AS ini.

Susan Monarez ditunjuk oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Senat pada Juli lalu. Ia menjadi direktur CDC pertama dalam 50 tahun terakhir yang tidak berlatar belakang kedokteran, melainkan penelitian penyakit menular. Namun, alasan resmi pencopotan belum jelas. Pengacaranya, Mark Zaid, menjelaskan bahwa Monarez menolak memenuhi arahan yang menurutnya tidak ilmiah dan berbahaya, serta enggan memecat pakar kesehatan yang keberatan dengan agenda politik yang ada. “Ia memilih melindungi masyarakat, bukan melayani kepentingan tertentu,” kata Zaid.

Gelombang Pengunduran Diri Pejabat Senior CDC

Setelah Monarez dicopot, setidaknya empat pejabat senior juga memilih mundur. Mereka adalah:

  1. Daniel Jernigan, Kepala Pusat Penyakit Menular Baru dan Zoonotik.
  2. Debra Houry, Kepala Medis CDC.
  3. Demetre Deskalakis, Kepala Pusat Imunisasi dan Penyakit Pernapasan.
  4. Jennifer Layden, Direktur Bidang Data Kesehatan Publik (laporan media lokal).

Surat pengunduran diri Debra Houry mengkhawatirkan dampak dari misinformasi vaksin dan pemangkasan anggaran yang berdampak negatif terhadap kemampuan CDC dalam menjalankan tugasnya. Sementara Demetre Deskalakis menyebut kondisi internal sudah tidak memungkinkan baginya untuk bertugas karena “kesehatan masyarakat terus dipolitisasi.”

Tekanan Politik dan Kebijakan Imunisasi

Krisis di CDC terjadi di tengah sorotan tajam terhadap kebijakan vaksinasi yang dikendalikan oleh Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., figur yang memiliki sikap skeptis terhadap vaksin. Kebijakan ini menimbulkan ketegangan dalam upaya imunisasi nasional.

Sebelum deretan pengunduran diri, Food and Drug Administration (FDA) merilis persetujuan terbatas untuk vaksin Covid-19 terbaru yang hanya diperuntukkan bagi lansia. Anak-anak dan orang dewasa muda yang sehat dikecualikan dari penggunaannya. Kennedy merespon persetujuan ini dengan pernyataan bahwa otorisasi darurat vaksin Covid-19 sebelumnya yang mendukung mandat publik kini “dicabut.”

Krisis Internal Semakin Memburuk

Monarez memimpin CDC dalam masa yang penuh tantangan. Salah satu insiden paling mengkhawatirkan adalah penembakan di markas besar CDC di Atlanta oleh seorang pria bersenjata yang percaya dirinya dirugikan oleh vaksin Covid-19. Insiden ini menyebabkan tewasnya seorang polisi dan mengguncang stabilitas lembaga.

Selain itu, serikat pekerja CDC mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 600 karyawan. Mereka yang terdampak merupakan staf penting yang menangani wabah flu burung, riset bahaya lingkungan, serta layanan informasi publik. Pemangkasan ini menambah beban berat yang harus dihadapi CDC, mengingat peran utamanya adalah melindungi masyarakat dari penyakit menular dan ancaman kesehatan lainnya.

Kombinasi dari pencopotan direktur, pengunduran diri pejabat senior, serta pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran menciptakan kekhawatiran luas mengenai efektivitas dan kapasitas CDC menjalankan fungsi vitalnya. Kondisi ini memicu pertanyaan terkait pengaruh politik dalam pengambilan keputusan di lembaga kesehatan penting tersebut, serta bagaimana dampaknya terhadap kesehatan masyarakat AS ke depan.

Exit mobile version