CEK FAKTA: Benarkah Thailand Jatuhkan Asap Beracun di Wilayah Kamboja?

Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim bahwa Thailand menjatuhkan asap beracun di wilayah Kamboja. Klaim ini ramai diperbincangkan setelah video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Housefor Rent InPoipet” pada 28 Juli 2025. Namun, benarkah tuduhan tersebut sesuai dengan fakta?

Fakta di Balik Video yang Beredar

Menurut hasil cek fakta dari AFP Fact Check yang dikutip oleh TurnBackHoax.id, video yang sama sebenarnya pertama kali diunggah oleh akun TikTok ‘zainalabidinhasannal’. Meskipun unggahan asli sudah dihapus, video tersebut masih dapat ditemukan melalui arsip internet. Dalam unggahannya, video tersebut disertai tagar #limalangkawi.

Pemilik akun TikTok tersebut mengonfirmasi kepada AFP bahwa video tersebut diambil saat acara Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2023. Acara ini merupakan pameran internasional di bidang kedirgantaraan dan kemaritiman yang diadakan di Langkawi, Malaysia.

Apa Itu LIMA 2023?

LIMA adalah singkatan dari Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition, sebuah pameran berskala internasional yang menampilkan berbagai teknologi dan demonstrasi dari sektor maritim dan dirgantara. Lokasi acara ini berada di Pusat Pameran Internasional Mahsuri, tepat bersebelahan dengan Bandara Internasional Langkawi yang terletak di kepulauan lepas pantai utara Malaysia.

Video yang menjadi sumber klaim tersebut memuat aksi atraksi udara berupa pertunjukan pesawat yang melakukan manuver khusus dengan membekas asap sebagai bagian dari pameran. Ini adalah bagian dari demonstrasi teknologi yang rutin dilakukan dalam pameran LIMA, sehingga tidak ada unsur serangan kimia atau aktivitas militer berbahaya lainnya.

Menepis Klaim Asap Beracun

Klaim bahwa Thailand menjatuhkan asap beracun di wilayah Kamboja tidak memiliki dasar yang kuat. Asap yang tampak di video tersebut bukanlah bahan kimia berbahaya, melainkan hanya efek visual dari atraksi pesawat dalam pameran kedirgantaraan.

Karena itu, unggahan yang mengklaim adanya serangan asap beracun ini dinilai sebagai konten menyesatkan (misleading content). Menyebarkan informasi yang tidak benar tersebut dapat menimbulkan kepanikan dan ketegangan yang tidak perlu antara masyarakat kedua negara.

Dampak dan Implikasi Penyebaran Informasi Salah

Penyebaran video dengan narasi keliru ini membuktikan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Dengan lebih dari 19 ribu kali tayangan dan berbagai komentar, video tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan menggiring opini publik ke arah yang tidak tepat.

Untuk menanggapi hal serupa, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan cek fakta melalui sumber berita terpercaya dan situs resmi yang mengulas konten viral. Organisasi seperti AFP Fact Check dan situs anti-hoaks seperti TurnBackHoax.id bisa menjadi rujukan penting dalam membedakan informasi asli dan palsu.

Langkah Verifikasi Informasi yang Benar

Berikut beberapa langkah yang dapat diikuti saat menerima informasi sejenis:

  1. Telusuri sumber asli video atau narasi yang beredar.
  2. Cari informasi pendukung dari media resmi atau lembaga cek fakta.
  3. Bandingkan narasi dengan konteks sebenarnya, terutama bila video berasal dari event publik atau pameran.
  4. Hindari menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya.

Konten viral terkait klaim Thailand menjatuhkan asap beracun di Kamboja ini akhirnya bisa dipastikan sebagai hoaks yang didasarkan pada kesalahpahaman konten video atraksi pesawat dalam pameran LIMA 2023 di Malaysia. Masyarakat diharapkan semakin kritis dan bijak dalam menerima berbagai informasi di dunia maya demi menjaga ketertiban dan keharmonisan antarnegara di kawasan.

Exit mobile version