Zelenskyy Tolak Undangan ke Moskow, Ragu dengan Niat Putin dalam Negosiasi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan penolakannya atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu di Moskow. Menurut Zelenskyy, ajakan tersebut lebih cenderung sebagai langkah taktik diplomatik yang bertujuan menunda proses dialog sebenarnya dalam upaya menyelesaikan konflik antara keduanya, sehingga ia meragukan kesungguhan niat Putin. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Prancis, seperti dikutip dari News18 pada 5 September 2025.

Keraguan Zelenskyy terhadap Niat Putin

Zelenskyy menyampaikan bahwa meskipun ia menerima kabar mengenai undangan Putin tersebut, tawaran itu tidak menggambarkan itikad tulus dari pihak Rusia untuk mengakhiri perang yang telah berkepanjangan. "Saya telah diberi tahu kalau Putin telah mengundang saya ke Moskow. Tawaran ini menurut saya lebih ke arah penundaan diplomatik daripada upaya tulus untuk menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung," ujarnya secara tegas.

Presiden Ukraina juga menyatakan bahwa pertemuan antarpejabat adalah hal yang penting dan dibutuhkan, bukan semata soal keinginan. Ia menambahkan bahwa Ukraina selama ini mendukung dialog dalam berbagai bentuk, baik trilateral maupun bilateral. Namun, ia meyakini bahwa pihak Rusia tengah berupaya mengulur waktu dengan cara apa pun.

Dukungan Menteri Luar Negeri Ukraina

Sikap skeptis yang dikemukakan Zelenskyy juga diperkuat oleh Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha. Ia menyebut bahwa undangan Putin kepada Zelenskyy itu tidak dapat diterima begitu saja, mengingat masih banyak keraguan tentang tujuan sebenarnya di balik tawaran tersebut.

Latar Belakang Undangan Putin

Undangan untuk bertemu itu sendiri dilontarkan oleh Putin saat kunjungannya ke China, bertepatan dengan keikutsertaannya dalam pertemuan Shanghai Cooperation Organization (SCO) dan parade militer memperingati hari kemenangan rakyat Tiongkok. Putin menyatakan secara langsung, "Jika Zelenskyy mau dan jika dia siap, biarkan dia datang ke Moskow, kita akan bertemu."

Meski begitu, respons dari pihak Ukraina menunjukkan ketidakyakinan atas tawaran tersebut. Zelenskyy dan para pejabat Ukraina lainnya memandang undangan ini sebagai manuver politik yang belum mencerminkan perubahan sikap Rusia terkait perundingan damai.

Konteks Konflik Ukraina-Rusia

Konflik antara Ukraina dan Rusia telah berlangsung dengan latar belakang geopolitik yang kompleks. Upaya diplomasi internasional terus dijalankan melalui berbagai saluran, namun situasi di lapangan sering kali mengalami eskalasi. Dalam konteks ini, keraguan terhadap inisiatif yang dinilai sebagai taktik pengalihan sangat wajar muncul dari pihak yang menjadi korban langsung konflik.

Kebutuhan akan Dialog yang Konkret

Zelenskyy menegaskan bahwa dialog dan pertemuan antarpara pemimpin negara merupakan instrument penting untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Namun, ia juga menuntut adanya kesungguhan dari pihak Rusia untuk menghindari praktik penundaan yang justru memperpanjang penderitaan rakyat di kedua negara.

Tanggapan Internasional

Seruan untuk dialog dan penghentian konflik mendapat perhatian masyarakat internasional. Namun, langkah konkret dari Rusia dan Ukraina masih menjadi tantangan besar. Sikap berhati-hati dari Zelenskyy mencerminkan kesadaran bahwa sebuah dialog efektif hanya dapat tercapai jika didasarkan pada niat baik dan komitmen nyata.

Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina akan terus membuka pintu dialog jika ada kejelasan dan jaminan untuk perdamaian, bukan hanya manuver politik semata. Hal ini menjadi penegasan penting di tengah dinamika hubungan kedua negara yang penuh ketegangan dan kecurigaan yang mendalam.

Exit mobile version