Banjir besar yang melanda Pakistan telah menyebabkan korban jiwa meningkat drastis dengan lebih dari 921 orang meninggal dunia. Bencana ini juga berdampak luas hingga jutaan warga terdampak dan terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat hujan monsun ekstrem yang melanda sejak Juni lalu.
Dampak Banjir dan Korban Jiwa yang Terus Bertambah
Menurut data terbaru dari Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan (NDMA) yang dilaporkan oleh media Qatar, The Peninsula, pada Sabtu (6/9/2025), jumlah korban meninggal dalam 24 jam terakhir telah meningkat sebanyak puluhan orang. Hingga saat ini, korban tewas tercatat mencapai 921 jiwa, dengan lebih dari 1.170 orang mengalami luka-luka dan lebih dari satu juta penduduk harus meninggalkan tempat tinggal mereka akibat banjir. Data dari Direktorat Jenderal Perlindungan Sipil dan Operasi Kemanusiaan Eropa (ECHO) sebelumnya mencatat korban meninggal 881 orang dan 2,4 juta orang terdampak pada awal bulan September.
Selain itu, hujan deras yang terus mengguyur sejak 26 Juni 2025 semakin memperparah kondisi. Lebih dari 9.300 rumah hancur akibat terpaan air yang hebat serta banjir bandang yang melanda beberapa wilayah. Setidaknya 21 kematian dilaporkan hanya dalam satu hari terakhir, menunjukkan situasi darurat yang masih terus berlangsung.
Provinsi Punjab Terparah dalam Empat Dekade
Provinsi Punjab menjadi salah satu wilayah yang mengalami banjir terparah dalam 40 tahun terakhir. Luapan sungai besar seperti Sungai Sutlej, Chenab, dan Ravi menyebabkan banyak daerah di provinsi ini terendam air dalam skala yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Ribuan rumah rusak parah dan infrastruktur penting juga mengalami kerusakan signifikan. Penduduk di beberapa bagian Punjab harus menghadapi kondisi sulit akibat terputusnya akses, kekurangan makanan, perawatan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Curah hujan yang ekstrem dan kombinasi air sungai yang meluap berkontribusi terhadap bencana ini, sehingga memaksa pemerintah untuk mengintensifkan upaya tanggap darurat dan evakuasi massal.
Upaya Penanggulangan dan Bantuan Kemanusiaan
Pemerintah Pakistan bersama lembaga kemanusiaan dalam dan luar negeri sedang bekerja keras untuk memberikan bantuan kepada korban banjir. Operasi penyelamatan dan distribusi bantuan pangan, air bersih, serta fasilitas kesehatan menjadi prioritas utama untuk mencegah krisis kemanusiaan meluas. Namun, kondisi medan yang sulit dan skala bencana yang sangat besar menjadi tantangan berat.
ECHO dan NDMA terus melakukan pemantauan dan menyediakan data terkini terkait situasi di lapangan guna mendukung koordinasi bantuan internasional. Para ahli juga menyatakan bahwa Pakistan menghadapi ancaman berkelanjutan dari perubahan iklim yang memperparah intensitas hujan monsun dan risiko banjir di masa depan.
Sejarah Banjir Berulang di Pakistan
Pakistan memang sering menghadapi bencana banjir parah dalam beberapa tahun terakhir. Catatan menunjukkan bahwa banjir besar sebelumnya telah menimbulkan kerusakan luas dan menyebabkan ratusan hingga ribuan korban jiwa. Faktor perubahan iklim, pengelolaan air yang kurang memadai, serta kondisi geografis menjadi penyebab utama kerentanan negara terhadap banjir.
Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan sedang berupaya merancang kebijakan adaptasi dan mitigasi bencana untuk mengurangi dampak negatif di masa mendatang. Namun, kejadian banjir tahun ini menunjukkan bahwa tantangan besar masih harus dihadapi agar bencana serupa tidak berulang dengan korban yang semakin besar.
Situasi Warga yang Terkena Dampak
Banjir telah memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kondisi pengungsian yang padat dan minim fasilitas menjadi perhatian utama bagi para relawan dan organisasi kemanusiaan. Wanita, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya sangat membutuhkan dukungan khusus agar terhindar dari risiko penyakit dan kekurangan pangan.
Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa banyak warga kehilangan harta benda dan mata pencaharian mereka akibat bencana ini. Kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan jaringan listrik juga memperlambat proses pemulihan di beberapa wilayah terdampak.
Pemerintah Pakistan, bersama komunitas internasional, terus berupaya untuk mempercepat rehabilitasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana agar dampak buruk dapat dikurangi pada situasi darurat mendatang.
