Pemerintah China menegaskan komitmen kuatnya dalam mempererat kemitraan strategis dengan negara-negara ASEAN menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-47 ASEAN yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 26-28 Oktober 2025. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, kemitraan komprehensif antara China dan ASEAN telah memberikan fondasi yang kokoh untuk stabilitas dan perkembangan kawasan Asia secara luas.
Penguatan Kemitraan Strategis China-ASEAN
Guo Jiakun menjelaskan bahwa China dan negara-negara ASEAN merupakan tetangga dengan visi dan kepentingan yang saling terkait. "Hubungan strategis komprehensif yang terus diperkuat oleh kedua belah pihak tidak hanya meningkatkan rasa saling percaya politik, tetapi juga memperkuat momentum pembangunan regional yang terpadu," ujarnya. Dalam konteks ini, kedua belah pihak telah menetapkan Rencana Aksi Implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif untuk periode 2026-2030. Rencana tersebut bertujuan memanfaatkan keunggulan komparatif masing-masing dalam memperkuat integrasi dan ketahanan rantai industri serta pasokan di kawasan.
Lebih lanjut, China dan ASEAN akan segera menandatangani protokol peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN 3.0, yang diharapkan dapat menunjang integrasi ekonomi regional dan perdagangan global secara lebih signifikan.
Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebagai Simbol Konektivitas
Salah satu contoh nyata dari kerjasama infrastruktur antara China dan ASEAN adalah kelancaran operasional kereta cepat Jakarta-Bandung. Guo menuturkan bahwa keberhasilan proyek tersebut, bersama dengan jalur kereta China-Laos, telah meningkatkan konektivitas antarnegara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor yang dilalui. "Kereta cepat bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol nyata penguatan konektivitas dan kerja sama yang berorientasi pada manfaat ekonomi bagi masyarakat," tambahnya.
Proyek kereta cepat ini menunjukkan komitmen China dalam mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan, yang sejalan dengan upaya ASEAN untuk mempercepat integrasi dan konektivitas regional.
Inovasi dan Pertukaran Sosial Budaya
Selain pembangunan infrastruktur, China juga memperluas kerja sama di bidang kecerdasan buatan dan ekonomi digital. Menurut Guo Jiakun, kolaborasi di sektor-sektor inovasi ini membuka peluang baru untuk pembangunan yang lebih maju berbasis teknologi. Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya diharapkan dapat memetik manfaat besar dari sinergi di bidang teknologi dan digitalisasi.
Di sisi lain, kerja sama di bidang pendidikan, kepemudaan, lembaga kajian, dan media yang telah berlangsung selama Tahun Pertukaran Antar-Masyarakat China-ASEAN dinilai turut memperkuat hubungan antar masyarakat kedua belah pihak. China pun meluncurkan kebijakan "visa ASEAN" yang memberikan kemudahan mobilitas warga dari anggota ASEAN, termasuk bebas visa bagi warga Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei. Kebijakan ini diyakini dapat mendekatkan masyarakat dan memperkuat integrasi sosial budaya di kawasan.
Pendekatan Diplomasi dalam Menangani Isu Regional
Dalam aspek keamanan dan stabilitas, China menunjukkan komitmen terhadap perdamaian kawasan dengan mendukung sentralitas ASEAN dalam arsitektur regional. Guo menegaskan bahwa China berupaya menyelesaikan perbedaan di Laut China Selatan melalui dialog dan konsultasi secara damai dengan negara-negara terkait, termasuk percepatan pembahasan Kode Etik Perilaku (COC). Implementasi Deklarasi tentang Perilaku Para Pihak (DOC) juga menjadi prioritas untuk memperdalam kerja sama maritim yang praktis dan efektif.
Agenda Penting KTT Ke-47 ASEAN
KTT Ke-47 ASEAN akan membahas sejumlah isu utama, di antaranya ekonomi dan perdagangan inklusif, keberlanjutan iklim dan energi bersih, serta pengembangan ekonomi digital regional. Para pemimpin ASEAN, termasuk negara mitra dialog seperti Amerika Serikat, Jepang, India, dan China, akan saling berdiskusi untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang.
Selain itu, KTT kali ini juga akan mencatat sejarah baru dengan pengukuhan Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN. Rencananya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menghadiri KTT ini dan akan menyaksikan penandatangan perjanjian damai antara Kamboja dan Thailand.
China sendiri hingga saat ini belum mengkonfirmasi siapa pemimpin yang akan hadir dalam KTT, namun pihaknya memastikan akan memberikan informasi lebih lanjut sesuai perkembangan.
Dengan perkembangan tersebut, hubungan China dan ASEAN dipastikan akan semakin erat, menguatkan posisi kawasan Asia Tenggara sebagai zona strategis dalam peta geopolitik dan ekonomi global di era yang dinamis ini.
Source: www.viva.co.id
