Ibunda Raja Thailand, Ratu Sirikit, Tutup Usia pada Usia 96 Tahun

Ibunda Raja Thailand, Ratu Sirikit, tutup usia pada Jumat, 24 Oktober 2024, di usia 93 tahun. Ratu Sirikit meninggal “dengan tenang” di sebuah rumah sakit di Bangkok pada pukul 21.21 waktu setempat, sebagaimana diumumkan oleh Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand. Kondisi kesehatan Ratu Sirikit menurun sejak beberapa tahun terakhir akibat berbagai penyakit yang dideritanya, termasuk infeksi darah yang terjadi bulan ini.

Ratu Sirikit dikenal sebagai istri dari Raja Bhumibol Adulyadej, raja terlama dalam sejarah Thailand yang memerintah selama lebih dari enam dekade hingga wafat pada 2016. Pasangan kerajaan ini menyatu pada 28 April 1950, seminggu sebelum Raja Bhumibol resmi dinobatkan sebagai penguasa Thailand. Kisah pertemuan mereka terbilang unik; Ratu Sirikit mengungkapkan dalam sebuah film dokumenter BBC tahun 1980 bahwa mereka hampir tidak akur saat pertama kali bertemu di Paris, di mana Sirikit belajar musik dan ayahnya bertugas sebagai duta besar Thailand.

Dalam masa pemerintahan Raja Bhumibol, Ratu Sirikit tidak hanya tampil sebagai sosok pendamping raja, tetapi juga dikenal luas sebagai figur ibu bangsa yang dekat dengan rakyat. Ia sering tampil dalam berbagai agenda kenegaraan dan kegiatan sosial termasuk berkeliling dunia bersama sang raja, bertemu dengan sejumlah tokoh dunia seperti Presiden AS Dwight Eisenhower, Ratu Elizabeth II, dan bahkan Elvis Presley pada tahun 1960-an. Penampilannya yang anggun membuatnya kerap masuk dalam daftar perempuan berbusana terbaik di dunia pada masa itu.

Ratu Sirikit juga memiliki peranan penting dalam membentuk citra monarki Thailand yang kental dengan nilai tradisional dan kedekatan emosional dengan rakyat. Dalam wawancara langka dengan BBC, ia menyatakan bahwa sang raja dan dirinya dianggap sebagai “bapak dan ibu bangsa,” sehingga kehidupan pribadi mereka banyak yang menjadi sorotan publik. Sesuai dengan penghormatan terhadap peran keibuannya, tanggal lahir Ratu Sirikit, 12 Agustus, sejak 1976 dijadikan Hari Ibu di Thailand sebagai bentuk penghormatan nasional.

Sejak mengalami stroke pada 2012, kemunculan publik Ratu Sirikit semakin jarang. Namun, ia tetap dihormati dan dikenang sebagai tokoh yang berkontribusi besar bagi stabilitas dan kemajuan negara. Ratu Sirikit juga pernah menunjukkan sisi kemanusiaannya ketika menghadiri pemakaman seorang pengunjuk rasa antipemerintah pada 2008, memperlihatkan kepeduliannya pada rakyat tanpa mengabaikan peran protokoler.

Setelah wafatnya Ratu Sirikit, Raja Vajiralongkorn, putra mereka, telah memerintahkan Biro Rumah Tangga Kerajaan untuk menggelar prosesi pemakaman secara kerajaan. Jenazah Ratu Sirikit akan disemayamkan di Dusit Thorne Hall, Grand Palace, Bangkok, sebagai tempat penghormatan terakhir. Seluruh keluarga kerajaan turut menjalani masa berkabung selama satu tahun sebagai wujud penghormatan dan duka cita atas kehilangan tokoh penting tersebut.

Berikut adalah rangkuman fakta penting terkait wafatnya Ratu Sirikit:

1. Tanggal wafat: 24 Oktober 2024, pukul 21.21 waktu Bangkok.
2. Usia saat meninggal: 93 tahun.
3. Penyakit yang diderita: berbagai penyakit sejak 2019, termasuk infeksi darah bulan Oktober 2024.
4. Pernikahan: Menikah dengan Raja Bhumibol Adulyadej pada 28 April 1950.
5. Peran dan penghormatan: Figur ibu bangsa, Hari Ibu Thailand diperingati setiap 12 Agustus sejak 1976.
6. Pemakaman: Akan diadakan secara kerajaan di Grand Palace, Bangkok.
7. Masa berkabung keluarga kerajaan: 1 tahun.

Ratu Sirikit meninggalkan warisan yang mendalam bagi Thailand, bukan hanya sebagai ibu dari raja saat ini, tetapi juga sebagai simbol kasih sayang dan dedikasi bagi rakyat dan negara selama masa hidupnya. Kehadirannya turut mewarnai monarki dan sejarah Thailand pada abad ke-20 dan awal abad ke-21.

Source: mediaindonesia.com

Exit mobile version