93 Orang Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata Israel-Hamas, Data Terbaru

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak dimulainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada 11 Oktober 2025, sebanyak 93 orang telah meninggal dunia di Jalur Gaza. Selain itu, terdapat lebih dari 330 warga yang mengalami luka-luka akibat konflik yang masih menyisakan ketegangan tersebut.

Dalam 48 jam terakhir, rumah sakit-rumah sakit di Gaza menerima delapan jenazah yang ditemukan dari reruntuhan bangunan, serta 13 orang yang terluka. Secara keseluruhan, korban tewas mencapai 93 jiwa, sementara korban luka berjumlah 337 orang. Data ini menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata diberlakukan, dampak kekerasan masih merembet ke berbagai wilayah di Gaza, menyebabkan kerusakan dan korban sipil yang signifikan.

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober ini merupakan hasil kesepakatan yang ditandatangani pada 13 Oktober 2025 oleh sejumlah pemimpin dunia, yakni Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kesepakatan ini bertujuan untuk menghentikan pertempuran yang selama ini menimbulkan penderitaan rakyat Palestina dan Israel.

Salah satu momen penting dari gencatan senjata ini adalah pembebasan sandera yang dilakukan oleh Hamas. Kelompok tersebut membebaskan seluruh 20 sandera yang masih berada di tahanan sejak 7 Oktober 2023. Sebagai imbalannya, Israel melepaskan 1.718 tahanan Palestina dari Gaza serta 250 narapidana Palestina yang menjalani hukuman penjara jangka panjang. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya diplomasi dan perdamaian yang sedang dijalankan para pihak terkait.

Meskipun gencatan senjata berlangsung, kondisi di Gaza masih sangat rawan. Kerusakan infrastruktur dan fasilitas kesehatan memperburuk kondisi kehidupan warga, dengan banyak warga korban luka berat yang membutuhkan penanganan medis segera. Selain itu, pemulihan situasi keamanan masih menjadi tantangan besar, karena insiden-insiden kecil dan ketegangan di beberapa kawasan masih terjadi.

Pihak berwenang di Gaza mengimbau komunitas internasional untuk terus memberikan dukungan kemanusiaan, termasuk fasilitas medis dan bantuan logistik, guna membantu warga yang terdampak konflik. Selain itu, upaya diplomasi harus terus diperkuat untuk memastikan gencatan senjata dapat bertahan lebih lama dan membuka jalan bagi penyelesaian damai yang lebih permanen di wilayah tersebut.

Situasi di Gaza ini kembali menyoroti kompleksitas konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung puluhan tahun. Meskipun sementara waktu kekerasan mereda, harapan untuk perdamaian yang berkelanjutan harus diikuti dengan tindakan nyata dari semua pihak yang terlibat, baik secara politik maupun kemanusiaan.

Data terbaru ini menunjukkan bahwa gencatan senjata memang mampu mengurangi intensitas pertempuran besar, namun belum sepenuhnya menghilangkan ancaman bagi keselamatan penduduk sipil di Gaza. Oleh karena itu, perhatian global terhadap perkembangan situasi di wilayah ini tetap penting untuk mencegah potensi eskalasi yang lebih buruk di masa depan.

Source: www.viva.co.id

Exit mobile version