Presiden China Xi Jinping secara resmi mengumumkan bahwa Kota Shenzhen akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pasifik Economic Cooperation (APEC) tahun 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam acara serah terima kepemimpinan APEC pada Pertemuan Pemimpin Ekonomi Asia-Pasifik yang dihelat di Pusat Konvensi Internasional Hwabaek, Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu, 1 November 2025.
Shenzhen sebagai Kota Modern dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Dalam pidatonya, Xi Jinping menyoroti transformasi luar biasa Shenzhen selama beberapa dekade terakhir. Dari sebuah desa nelayan sederhana, Shenzhen kini telah berkembang menjadi kota modern dan internasional yang memainkan peranan penting dalam Kawasan Teluk Raya Hong Kong, Makau, dan Guangdong. Kota ini juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional Tiongkok.
Shenzhen dikenal sebagai "Lembah Silikon Tiongkok" karena menjadi markas bagi berbagai perusahaan teknologi global ternama seperti Huawei, BYD, Tencent, Alibaba, dan DJI. Data resmi pemerintah setempat menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Shenzhen tumbuh sebesar 5,8% pada tahun 2024, mencapai nilai 3,68 triliun yuan atau sekitar 740 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini menempatkan Shenzhen sebagai salah satu kota dengan laju pertumbuhan ekonomi terbaik di Tiongkok.
Komitmen terhadap Kerja Sama Multilateral
Xi Jinping menekankan bahwa penunjukan Shenzhen sebagai tuan rumah APEC 2026 merupakan simbol strategi Tiongkok yang kokoh dan berorientasi pada hubungan saling menguntungkan di antara negara-negara anggota. Pada sesi pertama KTT APEC yang berlangsung sehari sebelumnya, Jumat (31/10/2025), presiden China ini menyerukan pentingnya menjunjung tinggi prinsip multilateralisme.
Ia mengingatkan bahwa melalui kerja sama multilateral, negara-negara di kawasan Asia-Pasifik dapat mencegah kembalinya praktik hegemoni dan menjaga stabilitas serta kemajuan bersama. Pernyataan tersebut mencerminkan posisi Tiongkok dalam mempromosikan dialog terbuka dan integrasi ekonomi yang inklusif di wilayah ini.
APEC 2026 di Shenzhen: Peluang dan Tantangan
Menjadi tuan rumah KTT APEC 2026 memberikan peluang besar bagi Shenzhen untuk memperkuat reputasinya sebagai pusat ekonomi dan teknologi global. Acara tersebut diperkirakan akan menarik perhatian berbagai pemimpin ekonomi dunia, mendorong investasi, dan menstimulasi pertumbuhan sektor bisnis lokal.
Namun, tantangan juga ada di depan mata. Shenzhen perlu mengelola persiapan acara yang melibatkan keamanan, infrastruktur, dan layanan publik dengan standar internasional tinggi. Keberhasilan penyelenggaraan APEC 2026 nantinya akan menjadi indikator kapasitas Tiongkok dalam mengelola forum ekonomi dunia yang kompleks.
Peran APEC dalam Ekonomi Asia-Pasifik
Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) merupakan platform penting yang menghubungkan 21 negara anggota dengan tujuan memperkuat perdagangan bebas dan integrasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Setiap tahun, negara tuan rumah menjadi pusat pembahasan berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan elektronik, keberlanjutan energi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Penunjukan Shenzhen, sebagai pusat inovasi teknologi dan keuangan, diharapkan dapat memberikan dinamika baru dalam pembahasan dan implementasi kebijakan APEC. Kota ini mampu menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara teknologi dan ekonomi dapat mendorong pertumbuhan regional yang berkelanjutan.
Konteks Regional dan Global
Pengumuman Xi Jinping berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang kompleks dan tantangan ekonomi global yang masih berlangsung. Upaya untuk menjaga kerja sama multilateral dalam APEC mencerminkan kebutuhan semua pihak untuk bersama-sama mengatasi isu proteksionisme, ketidakpastian perdagangan, dan tekanan inflasi.
Shenzhen sebagai tuan rumah akan menjadi titik fokus tidak hanya bagi negara-negara Asia-Pasifik tetapi juga bagi komunitas bisnis internasional yang terus memantau perkembangan kawasan ini. Kesuksesan APEC 2026 akan menjadi tolok ukur penting bagi masa depan kerja sama ekonomi di era pasca-pandemi dan ketegangan global yang terus berubah.
Dengan penunjukan Shenzhen sebagai tuan rumah APEC 2026, Tiongkok menunjukkan ambisinya untuk menjadi aktor sentral dalam membentuk peta ekonomi Asia-Pasifik ke depan. Kota ini pun dipersiapkan untuk menggelar salah satu forum ekonomi terbesar di dunia, yang dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan integrasi regional selama beberapa tahun mendatang.
Source: www.beritasatu.com
