Penduduk Asing di Korsel Capai 2,5 Juta, 5% dari Total Populasi

Jumlah penduduk asing yang tinggal di Korea Selatan (Korsel) pada November 2024 telah menembus angka 2,58 juta orang, menurut data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korsel. Angka ini merupakan rekor tertinggi dan setara dengan sekitar 5 persen dari total populasi Korsel yang mencapai 51,8 juta jiwa.

Pertumbuhan Penduduk Asing yang Mencolok

Jumlah penduduk asing tersebut meningkat dari 2,46 juta orang pada tahun sebelumnya. Kementerian Dalam Negeri menggolongkan penduduk asing sebagai mereka yang tinggal di Korsel selama lebih dari tiga bulan, yang dianggap sebagai penghuni jangka panjang. Data ini juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan penduduk asing terjadi di seluruh 17 wilayah administratif utama Korsel.

Provinsi Jeolla Selatan mencatat pertumbuhan penduduk asing tertinggi sebesar 10,5 persen, diikuti oleh Ulsan sebesar 8,9 persen, serta Gyeongsang Utara dan Chungcheong Selatan masing-masing sebesar 8,8 persen.

Secara geografis, persebaran penduduk asing paling besar berada di kawasan metropolitan Seoul Raya, yang meliputi Gyeonggi, Seoul, dan Incheon. Lebih dari 56,7 persen dari total penduduk asing tinggal di wilayah tersebut.

Wilayah dengan Jumlah Penduduk Asing Terbanyak

Berikut adalah wilayah dengan jumlah penduduk asing terbanyak di Korsel per akhir 2024:

  1. Provinsi Gyeonggi – 845.074 jiwa
  2. Seoul – 450.888 jiwa
  3. Chungcheong Selatan – 169.245 jiwa
  4. Incheon – 169.219 jiwa

Selain itu, lima kota dengan populasi penduduk asing terbesar semuanya terletak di Provinsi Gyeonggi, yaitu Ansan, Hwaseong, Siheung, Suwon, dan Bucheon.

Profil Penduduk Asing dan Komposisinya

Dari total 2,58 juta penduduk asing, sekitar 2,04 juta adalah warga negara non-Korsel yang memegang visa jangka panjang. Dalam kelompok ini, terdapat peningkatan jumlah mahasiswa internasional hingga 13 persen, yang setara dengan tambahan sekitar 26.908 orang dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, populasi pekerja asing dan pemegang visa pernikahan juga turut tumbuh, masing-masing sebesar 6,9 persen dan 6,5 persen.

Selain warga negara asing, terdapat pula penduduk berkewarganegaraan Korsel yang berlatar belakang asing. Kementerian mencatat ada sekitar 245.000 warga Korsel hasil naturalisasi, meningkat 4,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, penduduk asing yang lahir di Korea juga bertambah sebesar 1,9 persen menjadi lebih dari 295.000 orang.

Perbedaan Data Antar Lembaga

Data dari Kementerian Dalam Negeri sedikit berbeda dengan yang dikeluarkan oleh Kementerian Imigrasi Korsel. Kementerian Imigrasi mencatat jumlah penduduk asing sebesar 2,04 juta orang pada periode yang sama. Perbedaan ini disebabkan metode penghitungan; Kementerian Imigrasi tidak memasukkan warga yang lahir di Korsel dari orang tua asing dan warga negara yang sudah dinaturalisasi.

Dampak Demografis dan Sosial

Kenaikan jumlah penduduk asing yang signifikan menunjukkan dinamika sosial dan ekonomi di Korsel yang semakin terbuka untuk keberagaman. Pertumbuhan mahasiswa internasional menandakan daya tarik Korsel sebagai tujuan pendidikan tinggi di Asia, sementara kenaikan pekerja asing dan pasangan dari luar negeri mengindikasikan kebutuhan tenaga kerja dan integrasi sosial yang semakin tinggi.

Melihat persebaran wilayah dan besarnya populasi penduduk asing di beberapa kota dan provinsi, pemerintah mungkin akan terus mengembangkan kebijakan imigrasi, integrasi sosial, dan dukungan layanan publik yang responsif terhadap kebutuhan kelompok ini.

Kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan kota dan wilayah metropolitan, terutama dalam hal penyediaan fasilitas pendidikan, perumahan, serta layanan kesehatan yang inklusif bagi penduduk asing.

Dengan peningkatan jumlah penduduk asing, Korsel dihadapkan pada kebutuhan untuk semakin memperkuat kebijakan multikulturalisme dan pengelolaan keragaman yang efektif demi membangun masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Source: www.beritasatu.com

Exit mobile version