Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sempat mempertanyakan keamanan ponsel Xiaomi yang diberikan oleh Presiden China, Xin Jinping, saat pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2025 di Gyeongju, Sabtu 31 Oktober 2025. Momen tersebut menarik perhatian karena menyingkap kepekaan isu keamanan komunikasi antarnegara yang kerap menjadi sorotan.
Pertemuan di Gyeongju ini menandai kunjungan pertama Xin Jinping ke Korea Selatan dalam 11 tahun terakhir. Dalam dialog singkat yang berlangsung hangat, Xin Jinping memberikan dua unit smartphone dari merek Xiaomi kepada Lee Jae Myung. Saat menyerahkan ponsel tersebut, Xin menjelaskan bahwa layar ponsel itu merupakan produk buatan lokal Tiongkok, sebagai bentuk kebanggaan atas kemajuan teknologi domestik.
Namun, dalam suasana santai itu Lee tidak melewatkan kesempatan untuk menyinggung sisi keamanan ponsel itu. Ia bertanya ringan disambut tawa, “Apakah komunikasinya aman dan kokoh?” Hal ini menunjukkan adanya kesadaran tinggi terkait risiko keamanan siber, terutama pada perangkat yang berasal dari negara lain. Pertanyaan semacam ini cukup relevan mengingat isu kemungkinan adanya backdoor — jalur akses tersembunyi — pada perangkat elektronik yang dapat menimbulkan ancaman terhadap kerahasiaan data dan komunikasi.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Xin Jinping meyakinkan Presiden Korea Selatan bahwa ponsel Xiaomi yang diberikan sangat aman. Bahkan ia mengajak Lee untuk memeriksa sendiri kemungkinan adanya backdoor pada ponsel tersebut. Penegasan ini menunjukkan upaya transparansi dan kepercayaan dari pihak China sekaligus menepis kekhawatiran yang kerap muncul di kalangan pemimpin dunia terkait produk teknologi China.
Selain ponsel, Xin Jinping juga memberi hadiah berupa ‘Empat Harta Studi’ tradisional China, yaitu seperangkat alat tulis dan lukis kaligrafi yang terdiri dari kuas, tinta, kertas, dan batu tinta. Balasan dari Lee pun tidak kalah bernilai budaya, berupa papan permainan Go yang diukir dari kayu Torreya nucifera dan nampan bundar najeonchilgi khas Korea yang menggunakan kerang mutiara sebagai hiasan. Keduanya diketahui sama-sama menyukai permainan Go, sehingga hadiah tersebut memiliki nilai simbolik sekaligus personal.
Untuk anggota keluarga, Lee juga menyiapkan hadiah khusus. Istri Xin Jinping, Peng Liyuan, menerima teko bertangkai perak lengkap dengan cangkir, serta set krim wajah dan krim mata bernutrisi yang mengundang reaksi lucu dari Xin. Sementara itu, ibu negara Korea Selatan, Kim Hea Kyung, menerima satu set teh tradisional China sebagai tanda penghormatan dan keramahan diplomatik.
Kunjungan Xin Jinping ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan bilateral antara Korea Selatan dan China, terutama dalam konteks kerja sama ekonomi dan keamanan. Dengan membahas isu komunikasi dan teknologi secara terbuka, kedua pemimpin menunjukkan kesungguhan untuk menjalin kepercayaan meskipun tantangan geopolitik dan keamanan tetap nyata.
Pertemuan di Gyeongju sekaligus menegaskan posisi Korea Selatan sebagai tuan rumah yang tanggap terhadap perkembangan teknologi dan kerentanan keamanan informasi, sekaligus memberikan ruang dialog dengan mitra bisnis dan politik utama di kawasan Asia-Pasifik. Komunikasi yang terjaga dan transparansi soal perangkat teknologi menjadi kunci dalam proses tersebut.
Secara keseluruhan, pertukaran hadiah dan percakapan ringan di antara Presiden Lee Jae Myung dan Xin Jinping memberikan gambaran tentang bagaimana diplomasi modern tidak hanya terbatas pada pembahasan formal, tetapi juga mencakup kepercayaan personal dan kewaspadaan teknologi yang semakin meningkat di era digital ini.
