Trump Ancam Pangkas Dana Federal ke New York Jika Calon Wali Kota Muslim Menang Pilkada

Ancaman Dana Federal dari Trump untuk New York Jika Zohran Mamdani Menang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memangkas dana federal yang dialokasikan ke Kota New York jika Zohran Mamdani, calon wali kota bergelar Muslim, keluar sebagai pemenang dalam pemilihan wali kota yang akan berlangsung pekan ini. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin malam.

Dalam unggahannya, Trump menyerukan pendukung Partai Republik di New York untuk menghentikan momentum Mamdani dan mendukung Andrew Cuomo, mantan gubernur New York dari Partai Demokrat. Ia menilai Mamdani sebagai "kandidat komunis" yang tidak layak menerima dana federal secara penuh dari pemerintah pusat. Trump menambahkan, "Sebagai Presiden, saya tidak ingin mengirimkan uang yang baik setelah uang yang buruk," sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Konteks dan Respon terhadap Pernyataan Trump

Pada acara 60 menit CBS minggu lalu, Trump juga menegaskan akan sulit memberdayakan New York jika "komunis" yang memimpin kota itu. Meski demikian, Trump tidak memiliki kewenangan langsung dalam menentukan besaran dana federal yang diterima oleh kota-kota. Mekanisme pengalokasian anggaran merupakan fungsi legislasi Kongres AS.

Ancaman tersebut tampak serius karena muncul bahkan sebelum hasil penghitungan suara resmi diumumkan. Pemerintah federal mulai berkonflik dengan negara bagian terkait rencana New York menerapkan tarif kemacetan lalu lintas. Pada saat penutupan pemerintah terjadi, dana sebesar 18 miliar dolar untuk proyek terowongan juga ditahan. Seorang hakim federal kemudian memerintahkan pembatalan pencabutan dana kontraterorisme senilai 34 juta dolar yang menyasar Kota New York, dengan alasan tindakan itu tidak sesuai hukum.

Dukungan Trump untuk Kandidat Independen dan Kritik ke Mamdani

Trump juga mengaitkan suara untuk kandidat Partai Republik Curtis Sliwa sebagai setara dengan suara untuk Mamdani. Ia menunjukkan preferensi mendukung Andrew Cuomo yang mencalonkan diri secara independen. Trump menyebut Cuomo memiliki rekam jejak keberhasilan lebih baik dibanding Mamdani yang dianggapnya sebagai kandidat tanpa pengalaman dengan catatan kegagalan.

Cuomo sendiri mengaku siap melawan pengaruh Trump jika terpilih. Dia menyebut ancaman Trump untuk menghentikan pendanaan hingga pengerahan Garda Nasional sebagai serangan yang akan dihadapinya dengan tegas.

Tanggapan Zohran Mamdani terhadap Ancaman Trump

Mamdani menanggapi pernyataan Trump dengan santai, menyatakan bahwa dukungan Trump kepada Cuomo sudah diprediksi jauh hari. Ia menilai bahwa dukungan tersebut bukan demi kepentingan warga New York, melainkan hanya untuk kepentingan pribadi Trump dan pemerintahannya.

Menurut Mamdani, ancaman Trump hanya bersifat retoris dan bukan keputusan hukum yang mengikat. Ia menekankan bahwa pendanaan federal bukan pemberian Trump secara pribadi, melainkan hak yang seharusnya diterima oleh New York City. Pernyataan tersebut dikutip dari laporan New York Times.

Data Jajak Pendapat Terkini

Menurut survei Atlas Intel yang selesai pada 30 Oktober, Zohran Mamdani unggul dengan 41% dukungan. Sementara Cuomo memperoleh 34% dan Sliwa 24%. Selisih ini menunjukkan peluang besar bagi Mamdani meraih kemenangan dalam pemilihan wali kota New York.

Ancaman Trump untuk memangkas dana federal ke New York menjadi perhatian banyak pihak, terutama dengan adanya kandidat wali kota yang berasal dari komunitas Muslim pertama kali dalam sejarah pemerintahan kota tersebut. Kondisi ini menambah dinamika politik dan integrasi sosial di salah satu kota paling ikonik di dunia.

Exit mobile version