Alasan Warga Yahudi New York Tetap Dukung Zohran Mamdani Meski Dicap Anti-Semit

Zohran Mamdani berhasil memenangkan pemilihan wali kota New York dan mendapat dukungan yang kuat dari sebagian warga Yahudi di kota tersebut. Meski ia sering dicap anti-Semit karena pandangannya yang pro-Palestina dan dukungan terhadap gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS), sejumlah komunitas Yahudi tetap mendukungnya dengan alasan konkret.

New York merupakan rumah bagi hampir satu juta warga Yahudi, menjadikannya populasi Yahudi terbesar di luar Israel. Kelompok-kelompok sayap kiri Yahudi seperti Jewish Voice for Peace (JVP) dan Jews for Racial and Economic Justice (JFREJ) aktif mendukung Mamdani. Mereka berargumen bahwa platform Mamdani sangat sesuai dengan harapan mereka untuk keadilan sosial dan perubahan politik progresif di kota besar itu.

Dukungan dari Komunitas Yahudi Progresif

Menurut Carlyn Cowen, ketua dewan JFREJ, kemenangan Mamdani adalah kemenangan bagi suara demokrasi dan keadilan sosial di New York. Mereka memprioritaskan isu-isu seperti perumahan terjangkau dan pengasuhan anak universal yang menjadi agenda utama kampanye Mamdani. Cowen menyebutkan bahwa janji kampanye tersebut berarti bagi kehidupan sehari-hari rakyat New York yang beragam.

Jamie Beran, CEO organisasi Bend the Arc, menambahkan bahwa komitmen Mamdani untuk meningkatkan anggaran pencegahan kejahatan kebencian hingga 800% menjadi alasan penting dukungan warga Yahudi, yang turut terdampak meningkatnya anti-Semitisme di kota itu. Beran menilai Mamdani adalah satu-satunya kandidat yang memiliki platform konkrit dalam melindungi komunitas Yahudi dan kelompok minoritas lainnya.

Kekecewaan pada Elit Yahudi dan Keragaman Dukungan

Meskipun para elit Yahudi dan mayoritas pemilih Yahudi memilih pesaing Mamdani, mantan gubernur Andrew Cuomo, banyak Yahudi muda dan kelompok progresif melihat Mamdani sebagai harapan perubahan nyata. Rabbi Moishe Indig, rabi Hasid Satmar, yang juga tergabung dalam pendukung Mamdani, menyoroti kebutuhan perumahan yang terjangkau bagi komunitasnya yang besar.

Stefanie Fox, direktur JVP, menyatakan bahwa dukungan bagi Mamdani bukan hanya soal keterjangkauan, tapi juga harapan untuk kebijakan yang kritis terhadap pendudukan Israel. Ia meyakini pemerintahan Mamdani akan membuka peluang untuk perubahan dukungan New York terhadap politik Israel, terutama dalam konteks gerakan solidaritas Palestina.

Peran Mamdani sebagai Jembatan Perbedaan di Komunitas Yahudi

Meski menimbulkan kontroversi, figur Mamdani dianggap mampu menjadi jembatan bagi berbagai kelompok Yahudi berbeda pandangan di kota tersebut. Jamie Beran mengungkapkan bahwa kerja penting ke depan adalah menjembatani perbedaan pandangan agar seluruh warga Yahudi dapat merasa aman dan diakomodasi kepentingannya dalam New York yang sangat plural.

Mamdani sendiri dalam pidatonya menegaskan komitmen untuk melawan antisemitisme dan membangun Balai Kota yang inklusif serta mencerminkan keberagaman warga New York. Dukungan yang dia terima dari kelompok pro-keberagaman dan advokasi hak imigran juga memperkuat posisinya untuk menjadi wali kota yang mewakili seluruh warga kota.

Fakta-Fakta Pendukung Kemenangan Mamdani dari Komunitas Yahudi

  1. Kelompok sayap kiri Yahudi seperti JVP dan JFREJ secara aktif mengorganisasi dukungan bawah tanah dan kampanye politik.
  2. Komitmen Mamdani pada isu pencegahan kejahatan kebencian dengan anggaran signifikan diterima baik komunitas Yahudi.
  3. Penekanan pada program pengasuhan anak universal dan perumahan terjangkau dianggap jawaban bagi kebutuhan warga kelas menengah dan bawah.
  4. Dukungan rabi progresif yang memahami kebutuhan komunitas tradisional Hasid di Brooklyn.
  5. semangat keterwakilan keberagaman dan penolakan terhadap diskriminasi menjadi landasan utama koalisi pendukungnya.

Kemenangan Zohran Mamdani menunjukkan bahwa warga Yahudi New York semakin kompleks dalam hal pandangan politik. Dukungan mereka tidak hanya didasarkan pada isu Israel atau Zionisme semata, tetapi juga pada keinginan perubahan sosial dan perlindungan komunitas dari ancaman kebencian. Model kepemimpinan Mamdani yang progresif dan inklusif menjadi alasan utama sebagian warga Yahudi tetap mendukungnya meskipun berbagai kontroversi yang mengiringi pencalonannya.

Pemilihan ini menandai fase baru politik kota New York di mana koalisi berbasis nilai sosial dan keadilan menjadi kunci utama kemenangan, sekaligus menantang paradigma lama yang mengedepankan isu identitas sempit. Hari-hari ke depan akan menjadi ujian bagi Mamdani untuk menyatukan berbagai kepentingan dan membuktikan bahwa dukungan luas yang ia terima bukan hanya gelombang sesaat.

Exit mobile version