Lawatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Asia pada akhir Oktober 2025 memicu spekulasi kuat tentang kemungkinan pertemuan dadakan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Meski agenda resmi Trump adalah menghadiri KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, berbagai tanda mencurigakan muncul di kawasan perbatasan Korut-Selatan.
Pejabat Gedung Putih secara resmi membantah ada jadwal pertemuan dengan Kim Jong Un pada kunjungan ini. Namun, pejabat tersebut memberi sinyal, "Jelas, segala sesuatu bisa berubah," yang membuka peluang diplomasi mengejutkan di zona demiliterisasi (DMZ).
Aktivitas Mencurigakan di Panmunjom
Media dan laporan intelijen mengabarkan adanya pembersihan area Panmunjom yang dilakukan oleh otoritas Korea Utara. Dalam konteks diplomasi Korea, pola pembersihan tersebut biasanya menjadi pertanda persiapan acara kenegaraan atau kunjungan tingkat tinggi. Hal ini makin menambah angin segar akan kemungkinan pertemuan bersejarah antara Trump dan Kim.
Selain itu, pemerintah Korea Utara menangguhkan seluruh kunjungan publik ke Panmunjom selama periode KTT APEC berlangsung. Penangguhan ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada persiapan penting yang tidak diumumkan ke publik.
Dukungan Pemerintah Korea Selatan
Pemerintahan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara terbuka mendorong terjadinya dialog antara Trump dan Kim Jong Un. Presiden Lee menilai personal rapport keduanya penting untuk meredakan ketegangan yang masih membayangi Semenanjung Korea. Dukungan ini menguatkan kemungkinan pertemuan muka baru yang dapat menjadi terobosan diplomatik.
Trump sendiri pernah menyatakan harapan untuk bertemu kembali dengan Kim di tahun 2025 saat bertemu Presiden Lee di Gedung Putih Agustus lalu. Kunjungan kali ini menjadi momen yang tepat bagi Amerika Serikat dan Korea Utara untuk melanjutkan pembicaraan yang sebelumnya terhenti.
Sejarah Pertemuan Trump dan Kim
Pertemuan Trump dan Kim pernah mencetak momen bersejarah di Singapura (2018) dan Hanoi (2019). Bahkan Trump sudah pernah melintasi perbatasan DMZ ke Korea Utara pada Juni 2019, yang menandai terobosan diplomasi pertama dari seorang Presiden AS selama puluhan tahun.
Jika pertemuan itu benar-benar terjadi, kemungkinan besar akan membawa perubahan besar dalam dinamika keamanan dan politik kawasan. Namun semua masih misteri dan menunggu konfirmasi resmi dari kedua negara.
Berikut ini ringkasan poin penting terkait lawatan Trump ke Asia dan spekulasi pertemuan dengan Kim Jong Un:
- Trump dijadwalkan menghadiri KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan (31 Okt–1 Nov).
- Gedung Putih bantah ada jadwal pertemuan dengan Kim, tapi buka peluang perubahan.
- Aktivitas pembersihan mencurigakan di Panmunjom oleh Korea Utara terdeteksi.
- Penangguhan kunjungan publik di Panmunjom selama KTT APEC jadi indikasi kuat.
- Korea Selatan mendukung dialog Trump-Kim untuk meredakan ketegangan.
- Trump berharap bertemu Kim lagi di 2025 sesuai pertemuan Agustus dengan Lee Jae Myung.
- Hubungan Trump dan Kim sebelumnya tercatat dalam KTT dan kunjungan DMZ bersejarah.
Pengamat internasional kini menunggu perkembangan berikutnya dengan antisipasi tinggi. Apakah lawatan resmi Trump akan diselingi momen kejutan diplomasi yang bisa membuka lembaran baru antara Amerika Serikat dan Korea Utara? Semua mata tertuju pada perbatasan paling sensitif di dunia.
Baca selengkapnya di: www.suara.com