Drone Misterius Ganggu Bandara Belgia, Inggris Kirim Bantuan Militer untuk Atasi Ancaman

Pemerintah Inggris mengirimkan bantuan militer ke Belgia menyusul sejumlah insiden drone misterius yang mengganggu wilayah udara negara tersebut. Penampakan drone tak dikenal itu menyebabkan dua bandara utama Belgia, termasuk Bandara Liege yang merupakan pusat kargo terbesar di Eropa, harus ditutup sementara.

Kepala Staf Angkatan Udara Inggris, Marsekal Richard Knighton, menyatakan bahwa pengiriman personel dan peralatan militer tersebut dilakukan atas permintaan otoritas Belgia. Namun, Knighton tidak mengungkapkan secara rinci jenis bantuan ataupun jumlah pasukan yang dikerahkan.

Gangguan di Bandara Utama Belgia

Insiden ini bermula pada Jumat, 7 November 2025, ketika sejumlah drone tak dikenal terdeteksi di dekat Bandara Internasional Brussels dan Bandara Liege. Aktivitas drone mencurigakan tersebut terjadi dekat pangkalan militer Amerika Serikat di Belgia yang menyimpan senjata nuklir. Akibatnya, operasional kedua bandara harus dihentikan sementara demi alasan keamanan.

Menurut juru bicara layanan kontrol lalu lintas udara Bandara Liege, bandara yang sebelumnya sempat ditutup selama 30 menit akhirnya kembali dibuka pada malam hari tanggal 9 November 2025. Penutupan ini menimbulkan gangguan signifikan dalam aktivitas penerbangan dan logistik.

Ketidaktahuan tentang Sumber Drone

Hingga saat ini, pemerintah Belgia masih belum mengetahui siapa yang berada di balik insiden ini. Richard Knighton menegaskan bahwa baik Inggris maupun Belgia belum dapat memastikan sumber drone tersebut. Pernyataan ini dikutip oleh Al Jazeera dalam wawancara dengan Knighton pada Senin, 10 November 2025.

Meski sebelumnya sempat ada dugaan keterlibatan Rusia dalam berbagai insiden drone serupa di wilayah Eropa, Belgia belum mengonfirmasi hal tersebut. Kremlin pun membantah keterlibatannya dan tidak ada bukti konkret yang menguatkan tuduhan tersebut.

Kecurigaan Operasi Mata-mata

Menteri Pertahanan Belgia, Theo Francken, mengindikasikan bahwa insiden drone ini diduga merupakan bagian dari operasi mata-mata yang kompleks. Dia menyatakan bahwa aksi semacam ini tidak mungkin dilakukan oleh pihak amatir, mengingat tingkat kecanggihan serta area target yang dipilih.

Francken menambahkan bahwa keadaan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan wilayah udara Eropa secara lebih luas, terutama di tengah ketegangan yang meningkat akibat konflik Rusia-Ukraina.

Insiden Drone di Seluruh Eropa

Belgia bukan satu-satunya negara yang mengalami gangguan dari aktivitas drone misterius. Sejak September 2025, sejumlah insiden serupa tercatat terjadi di beberapa negara Eropa lainnya, seperti Denmark, Jerman, dan Norwegia. Drone-drone itu dilaporkan terbang dekat bandara dan fasilitas militer, menimbulkan ancaman keamanan yang serius.

Tingkat insiden yang terus meningkat ini memaksa negara-negara Eropa untuk meningkatkan pengawasan dan koordinasi keamanan. Pengiriman bantuan militer dari Inggris kepada Belgia merupakan bagian dari respons kolektif untuk menghadapi ancaman tersebut.

Bantuan Militer Inggris

Inggris mengirimkan peralatan dan personel militer secara cepat setelah menerima permintaan resmi dari Belgia. Upaya ini menunjukkan solidaritas dan kerja sama militer antar negara sekutu dalam menjaga keamanan wilayah udara Eropa.

Marsekal Knighton menyatakan bahwa Inggris siap menyediakan kemampuan terbaik untuk mendukung Belgia dalam mengatasi gangguan tersebut. Ini termasuk teknologi deteksi dan penanganan ancaman drone yang semakin canggih.

  1. Pengiriman personel dan alat militer Inggris ditujukan untuk memperkuat pengawasan dan pertahanan wilayah udara Belgia.
  2. Kolaborasi antar negara Eropa dipandang penting untuk menghadapi ancaman drone yang semakin kompleks.
  3. Pemerintah Belgia terus menyelidiki asal-usul dan tujuan drone yang ditemukan di wilayah udara mereka.

Insiden drone misterius ini masih menjadi fokus utama pengamanan di Belgia dan Eropa. Pengembangan teknologi deteksi serta tindakan bersama antar negara diharapkan dapat mencegah gangguan serupa di masa depan. Pemerintah dan pihak militer terus berupaya untuk memastikan keselamatan operasional bandara dan fasilitas strategis di wilayah tersebut.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version