Bangladesh kembali menuntut India untuk menyerahkan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang dihukum mati secara in absentia pada 17 November 2024. Hasina dan mantan Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal dijatuhi vonis tersebut karena memerintahkan tindakan keras terhadap aksi protes mahasiswa tahun lalu.
Surat resmi penyerahan telah dikirim oleh pemerintah Bangladesh ke India pada 21 November 2024. Hal ini disampaikan langsung oleh Penasihat Luar Negeri Bangladesh, Md Touhid Hossain, di Dhaka pada 23 November 2024.
Latar Belakang Hukuman dan Pelarian Hasina
Pengadilan Kejahatan Internasional di Dhaka mengadili Hasina atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia melarikan diri ke India pada 5 Agustus 2024 di tengah protes massal yang menentang pemerintahannya. Protes tersebut, menurut laporan PBB, menewaskan lebih dari 1.400 orang.
Desakan Bangladesh untuk ekstradisi menunjukkan upaya memperkuat penegakan hukum atas kejahatan berat. Penasihat hukum Asif Nazrul mengungkapkan bahwa pemerintah sementara Bangladesh juga mempertimbangkan membawa kasus ini ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Reaksi Pemerintah Bangladesh dan India
Kementerian Luar Negeri Bangladesh menilai keberadaan Hasina di India sebagai tindakan bermusuhan dan bentuk penyelewengan keadilan. Mereka menegaskan, negara lain seharusnya tidak memberi suaka kepada orang yang telah divonis atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
Sebelumnya, Bangladesh mengirimkan permohonan ekstradisi pada Desember 2023, namun hingga kini India belum memberikan respons resmi. Kedua negara memang memiliki perjanjian ekstradisi bersama yang ditandatangani pada tahun 2013.
Dampak Politik di Bangladesh
Bangladesh saat ini tengah mempersiapkan pemilu yang dijadwalkan pada Februari 2026. Protes besar yang memuncak pada tahun 2024 menyebabkan situasi politik yang tegang dan pembatasan aktivitas bagi partai Liga Awami milik Hasina.
Pemerintah sementara melarang Liga Awami melakukan kegiatan politik apapun hingga kondisi kembali stabil. Situasi ini menambah kompleksitas dalam hubungan bilateral kedua negara yang sudah lama punya ikatan politik dan ekonomi yang kuat.
Fakta Penting Mengenai Kasus Sheikh Hasina
- Mantan PM Sheikh Hasina dihukum mati pada 17 November 2024 secara in absentia.
- Tuntutan kasus berkaitan dengan tindakan keras selama protes mahasiswa yang menewaskan ribuan orang.
- Hasina melarikan diri ke India pada Agustus 2024 untuk menghindari penangkapan.
- Bangladesh resmi meminta ekstradisi ke India pada November 2024 setelah surat sebelumnya di Desember 2023 tidak ditanggapi.
- Pemerintah Bangladesh mempertimbangkan membawa kasus ini ke ICC.
- Kedua negara memiliki perjanjian ekstradisi sejak 2013.
- Pemilu Bangladesh dijadwalkan berlangsung Februari 2026 dengan kondisi politik yang belum sepenuhnya stabil.
Pemerintah India hingga kini belum memberikan jawaban mengenai permintaan ekstradisi tersebut. Kasus yang melibatkan tokoh besar seperti mantan perdana menteri ini menjadi sorotan internasional terkait bagaimana kedua negara akan menyelesaikan masalah hukum dan politik yang rumit. Bangladesh tetap menegaskan komitmennya untuk menegakkan keadilan atas kejahatan yang diduga dilakukan selama masa pemerintahan Hasina.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com