Lenovo Tab Plus Gen 2 hadir sebagai tablet kelas menengah yang menempatkan fokus besar pada layar lega, audio kuat, dan baterai besar. Perangkat ini dirancang untuk pengguna yang mencari tablet hiburan sekaligus produktivitas ringan tanpa koneksi seluler, karena Lenovo tidak menyertakan dukungan jaringan 4G maupun 5G pada model ini.
Tablet ini diumumkan pada 16 Juni 2026 dan mulai tersedia dua hari kemudian, yakni 19 Juni 2026. Dengan banderol sekitar 430 euro atau setara kurang lebih Rp7,5 juta, Lenovo Tab Plus Gen 2 masuk ke segmen yang cukup kompetitif di pasar tablet Android.
Desain dan bodi yang dibuat untuk penggunaan fleksibel
Lenovo Tab Plus Gen 2 membawa dimensi 278,8 x 181,1 x 6,8–22,7 mm dengan bobot 760 gram. Angka ini menunjukkan bahwa tablet ini tergolong besar dan cukup berat, tetapi Lenovo menambahkan kickstand bawaan agar perangkat lebih nyaman dipakai di meja.
Kehadiran stylus support juga memberi nilai tambah untuk pengguna yang ingin mencatat, menggambar, atau bekerja lebih presisi. Tablet ini hadir tanpa slot SIM, sehingga pengguna perlu mengandalkan Wi-Fi untuk akses internet.
Layar 12,1 inci dengan refresh rate 120Hz
Bagian layar menjadi salah satu daya tarik utama Lenovo Tab Plus Gen 2. Panel IPS LCD berukuran 12,1 inci ini mendukung refresh rate 120Hz, HDR10, dan Dolby Vision, serta klaim tingkat kecerahan hingga 800 nits.
Resolusinya 2560 x 1600 piksel dengan rasio 16:10 dan kepadatan sekitar 249 ppi. Kombinasi ini membuat tablet cocok untuk menonton film, membaca dokumen, browsing, dan multitasking ringan karena bidang pandangnya luas dan tampilannya relatif tajam.
Layar yang besar juga mendukung kebutuhan konsumsi konten dalam jangka panjang. Untuk pembaca yang sering memakai tablet di rumah, ukuran ini terasa lebih nyaman dibanding layar 10 inci yang lebih ringkas.
Performa ditenagai Dimensity 7400
Di sektor dapur pacu, Lenovo membekali tablet ini dengan chipset MediaTek Dimensity 7400 berbasis fabrikasi 4 nm. Prosesor octa-core tersebut mengandalkan empat inti Cortex-A78 berkecepatan 2,6 GHz dan empat inti Cortex-A55 berkecepatan 2,0 GHz, dengan GPU Mali-G615 MC2.
Tablet ini menjalankan Android 16 sejak awal, sehingga pengguna mendapat sistem operasi yang relatif baru untuk ukuran perangkat yang rilis pada 2026. Dari sisi memori, Lenovo menyediakan dua opsi penyimpanan internal, yakni 128GB dengan 8GB RAM dan 256GB dengan 8GB RAM.
Keduanya sudah memakai UFS 3.1 dan masih mendukung microSDXC melalui slot khusus. Artinya, pengguna bisa menambah ruang simpan untuk video, dokumen, aplikasi, atau file kerja tanpa harus bergantung penuh pada kapasitas bawaan.
Kamera sederhana untuk kebutuhan dasar
Lenovo tidak menempatkan kamera sebagai fokus utama pada tablet ini. Di belakang, tersedia kamera tunggal 13 MP dengan autofokus dan perekaman video 1080p pada 30 fps.
Untuk kebutuhan video call atau swafoto, tablet ini membawa kamera depan 8 MP dengan dukungan perekaman video 1080p pada 30 fps. Susunan ini sudah cukup untuk rapat daring, kelas online, atau panggilan video keluarga, tetapi bukan untuk pengguna yang mengejar kualitas fotografi tinggi.
Pendekatan seperti ini umum pada tablet hiburan. Sebagian besar pengguna biasanya lebih memprioritaskan layar, speaker, dan daya tahan baterai daripada kemampuan kamera.
Audio jadi salah satu nilai jual paling menonjol
Lenovo Tab Plus Gen 2 tampil agresif di sektor suara. Tablet ini membawa stereo speakers dengan total 9 speaker JBL Hi-Fi dan output daya 48W, yang menjadi salah satu fitur paling menonjol di kelasnya.
Lenovo juga menyertakan dukungan audio 24-bit/192kHz Hi-Res serta Hi-Res wireless audio. Bagi pengguna yang sering menonton film, mendengar musik, atau bermain game kasual, konfigurasi ini berpotensi memberi pengalaman suara yang lebih penuh dibanding tablet biasa.
Ketiadaan jack audio 3,5 mm memang bisa menjadi kekurangan bagi sebagian pengguna. Namun, dukungan Bluetooth 5.4 memberi opsi koneksi nirkabel yang lebih modern dan efisien.
Konektivitas dan fitur pendukung
Untuk konektivitas, tablet ini mengandalkan Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6 dual-band dan Wi-Fi Direct. Lenovo juga menyematkan Bluetooth 5.4, USB Type-C 2.0, dan tidak menyediakan NFC maupun radio FM.
Fitur posisi juga tercatat tidak dijelaskan secara spesifik, sedangkan sensor disebut tersedia, meski detailnya tidak dirinci pada lembar spesifikasi. Dengan karakter tanpa jaringan seluler, Lenovo Tab Plus Gen 2 lebih tepat disebut sebagai tablet rumah, tablet kerja meja, atau perangkat hiburan portabel berbasis Wi-Fi.
Baterai besar untuk pemakaian panjang
Lenovo membekali tablet ini dengan baterai Li-Ion 10.200 mAh. Kapasitas sebesar ini memberi sinyal bahwa Lenovo menargetkan penggunaan panjang untuk streaming, membaca, belajar, atau kerja ringan dalam satu hari penuh bahkan lebih, tergantung pola pemakaian.
Pengisian dayanya mendukung 45W wired charging. Dalam praktiknya, kecepatan isi ulang seperti ini penting karena baterai berkapasitas besar biasanya butuh pengisian yang tidak singkat, terutama bila dipakai intensif untuk layar besar dan speaker bertenaga tinggi.
Posisi produk di pasar tablet Android
Secara strategi, Lenovo Tab Plus Gen 2 tampak diarahkan ke pengguna yang ingin tablet multimedia lengkap tanpa harus membeli perangkat premium. Kombinasi layar 120Hz, audio JBL, baterai 10.200 mAh, dan kickstand bawaan membuatnya menarik untuk pelajar, pekerja hybrid, dan pengguna rumahan.
Namun, absennya konektivitas seluler membuat perangkat ini tidak ideal bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi di luar jangkauan Wi-Fi. Di sisi lain, pilihan tersebut juga membantu Lenovo menjaga fokus produk pada pengalaman hiburan dan kenyamanan penggunaan di ruang indoor.
Bagi pembeli yang membandingkan tablet di kisaran harga Rp7 jutaan, Lenovo Tab Plus Gen 2 menawarkan paket spesifikasi yang cukup kuat di audio dan layar, dengan performa yang relevan untuk kebutuhan Android modern. Dengan rilis resmi pada pertengahan 2026, tablet ini memperkuat barisan perangkat Lenovo yang mengutamakan pengalaman konsumsi konten dan pemakaian praktis dalam format layar besar.





