Mengatasi Gula Darah Sulit Terkendali: Kapan Insulin Menjadi Pilihan Utama?

Banyak penderita diabetes tipe 2 menghadapi kesulitan mengendalikan gula darah meskipun sudah rutin mengonsumsi obat. Bila kadar gula darah tetap tinggi dan hasil pemeriksaan HbA1c berada di atas target (≥7 persen), maka terapi insulin sering menjadi pilihan medis berikutnya.

Insulin diperlukan ketika pankreas tidak cukup memproduksi hormon ini atau tubuh sudah tidak dapat menggunakannya secara efektif. Menurut dr. Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES dari Mayapada Hospital Kuningan, insulin membantu menurunkan gula darah secara lebih optimal dan mengurangi risiko komplikasi serius akibat diabetes.

Mitos dan Fakta Seputar Insulin

Banyak pasien merasa ragu memulai terapi insulin akibat mitos keliru yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa insulin wajib digunakan seumur hidup. Padahal, insulin tidak selalu permanen; beberapa pasien bisa menjalani terapi insulin sementara sampai gula darah kembali stabil.

Selain itu, insulin sering dianggap menimbulkan ketergantungan. Faktanya, insulin hanya menggantikan hormon alami yang sudah tidak mencukupi produksi tubuhnya, bukan menimbulkan kecanduan atau ketergantungan. Ada juga kekhawatiran bahwa insulin bisa merusak organ tubuh. Sebaliknya, insulin sangat penting untuk melindungi organ vital seperti ginjal, mata, saraf, dan jantung dari kerusakan akibat gula darah tinggi yang tak terkontrol.

Panduan Penggunaan Insulin Berdasarkan Kondisi

American Diabetes Association (ADA) 2024 dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) 2021 merekomendasikan penggunaan insulin sejak dini jika memang dibutuhkan. Insulin dapat diberikan saat kondisi gula darah sangat tinggi, dalam kejadian kehamilan, atau pada keadaan darurat lainnya. Setelah kondisi gula darah membaik, dokter bisa mengevaluasi dan melanjutkan terapi dengan obat oral sesuai kebutuhan.

Pemilihan jenis insulin bersifat individual dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Jenis insulin meliputi:

  1. Insulin kerja cepat yang menurunkan lonjakan gula darah pasca makan dalam waktu singkat.
  2. Insulin kerja menengah atau panjang yang menjaga kestabilan gula darah sepanjang hari dan malam.
  3. Insulin kombinasi (premixed) yang menggabungkan kedua fungsi tersebut dalam satu suntikan untuk kemudahan pemakaian.

Pentingnya Pemeriksaan Rutin dan Manajemen Gaya Hidup

Meski terapi insulin penting, pemeriksaan rutin tetap harus dijalani untuk memantau efektivitas pengobatan dan kesehatan pasien secara menyeluruh. Deteksi dini terhadap risiko prediabetes juga sangat dianjurkan agar pengelolaan dapat dilakukan sebelum komplikasi muncul.

Mayapada Hospital menyediakan layanan Sugar Clinic yang menawarkan pemeriksaan risiko diabetes secara gratis. Layanan ini meliputi skrining berbasis kecerdasan buatan (AI), pengecekan kadar gula darah dan kolesterol, konsultasi medis, serta pendampingan gaya hidup sehat. Program ini tersedia di beberapa kota besar seperti Jakarta Selatan, Tangerang, Bandung, dan Surabaya.

Selain itu, platform MyCare memudahkan pasien dalam menjadwalkan konsultasi dokter, memantau data kesehatan harian seperti langkah kaki, kalori terbakar, detak jantung, dan Body Mass Index (BMI). Fitur ini terintegrasi dengan alat pemantau kesehatan lain seperti Google Fit dan memungkinkan akses cepat ke layanan gawat darurat.

Terapi insulin menjadi langkah yang tepat bagi penderita diabetes yang mengalami kesulitan mengontrol gula darah. Penggunaan insulin yang tepat dan terencana akan membantu menekan risiko komplikasi sekaligus memperbaiki kualitas hidup pasien diabetes secara signifikan.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version