BPOM Waspadai Susu Formula Nestle, Gejala Sakit Muncul Cepat Setelah Konsumsi

BPOM meminta Nestlé Indonesia menarik susu formula S-26 Promil Gold PHPro 1 dari peredaran segera. Penarikan ini terkait adanya dugaan kontaminasi toksin cereulide pada bahan baku produksi susu formula tersebut.

Toksin cereulide diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus dan sangat berbahaya bagi bayi. Toksin ini tahan panas, sehingga tidak hilang meski susu direbus atau dimasak dengan cara biasa.

Gejala Keracunan Toksin Cereulide

BPOM menjelaskan gejala keracunan toksin cereulide muncul cepat, antara 30 menit sampai 6 jam setelah konsumsi. Gejalanya meliputi muntah hebat berulang, diare, dan kelelahan yang tidak biasa, khususnya pada bayi.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa walau hasil pengujian sampel susu formula di Indonesia tidak mendeteksi toksin, tindakan penarikan tetap dilakukan. Langkah ini untuk menjamin perlindungan kesehatan masyarakat dan mencegah risiko yang lebih besar.

Respons BPOM Terhadap Peringatan Internasional

BPOM merespons pemberitahuan dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF) dan International Food Safety Authorities Network (INFOSAN). Kedua lembaga ini memperingatkan adanya potensi pencemaran toksin cereulide dalam bahan baku oil arachidonic acid (ARA) yang digunakan pada susu formula bayi.

Dari pengawasan, ditemukan produk susu formula bayi yang diproduksi oleh Nestlé Suisse SA pabrik Konolfingen, Swiss, diduga terkontaminasi toksin tersebut dan sudah masuk pasar Indonesia. Oleh sebab itu, BPOM melakukan uji laboratorium secara teliti terhadap produk yang beredar.

Pengawasan dan Koordinasi Lanjutan

Meski uji toksin cereulide tidak ditemukan dalam sampel susu formula yang diuji, BPOM menerapkan prinsip kehati-hatian. Instansi ini terus memperketat pengawasan pre-market dan post-market. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan otoritas pengawas obat dan makanan di berbagai negara.

BPOM memastikan seluruh produk pangan yang beredar di Indonesia memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi yang berlaku. Konsumen dan khususnya para orang tua disarankan untuk selalu memperhatikan keamanan produk susu bayi demi kesehatan anak.

Informasi Penting untuk Konsumen

  1. Hentikan penggunaan produk susu formula S-26 Promil Gold PHPro 1 sementara waktu.
  2. Cermati tanda-tanda gejala keracunan seperti muntah terus menerus, diare, dan kelelahan.
  3. Segera konsultasikan ke dokter jika bayi menunjukkan gejala mencurigakan setelah mengonsumsi susu formula.
  4. Ikuti informasi resmi dari BPOM dan produsen terkait perkembangan penarikan produk.
  5. Gunakan produk susu formula alternatif yang aman dan telah terdaftar resmi di BPOM.

Tindakan proaktif dari BPOM dalam menarik susu formula dan melakukan pengawasan ketat menunjukkan komitmen menjaga kesehatan masyarakat, terutama bayi yang merupakan kelompok paling rentan terhadap kontaminan toksik dalam makanan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version