Kenali Bahaya Virus Nipah, Pentingnya Cuci Buah dan Periksa Sebelum Konsumsi

Author: Qoo Media

Virus Nipah kembali menjadi perhatian global setelah kasus merebak di India dengan tingkat kematian mencapai 40% hingga 70%. Meskipun belum ditemukan kasus di Indonesia, para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk waspada dan menerapkan langkah pencegahan secara ketat.

Virus ini memiliki inang alami berupa kelelawar pemakan buah yang dapat menularkan virus melalui kontaminasi pada buah-buahan. Oleh sebab itu, penting untuk memeriksa dan mencuci buah secara seksama sebelum dikonsumsi.

Anjuran Dokter untuk Menjaga Kebersihan Buah

Dominicus Husada, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak dari Universitas Airlangga, menyatakan bahwa buah yang langsung dipetik dari pohon berpotensi terkontaminasi liur kelelawar. Ia menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi buah secara langsung tanpa mencuci terlebih dahulu.

Mencuci buah dengan air mengalir sampai bersih sangat dianjurkan. Apabila memungkinkan, kupas juga kulit buah untuk mengurangi risiko penularan virus melalui permukaan yang terpapar cairan kelelawar.

Hindari Mengonsumsi Buah yang Rusak atau Bekas Gigitan Hewan

Buah yang telah rusak atau menunjukkan tanda gigitan dari hewan lebih berisiko membawa virus. Menurut Dominicus, mitos yang berkembang di beberapa daerah yang menyatakan buah yang digigit hewan terasa lebih enak dan manis sebaiknya diabaikan. Faktanya, buah tersebut bisa menularkan berbagai virus berbahaya seperti Nipah, SARS-CoV-2, dan MERS-CoV.

Untuk langkah tambahan, pencucian dengan sabun khusus buah dan sayur bisa dilakukan jika tersedia. Namun, pencucian dengan air mengalir sudah cukup efektif terutama bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan produk tersebut.

Cara Mencegah Penularan Virus Nipah Lainnya

Selain menjaga kebersihan buah, penting untuk menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang berpotensi terinfeksi. Kontak dengan air liur, darah, maupun urine hewan harus dihindari secara ketat.

Masyarakat juga diminta tidak mengonsumsi daging hewan yang dicurigai terinfeksi apabila dimasak tidak matang sempurna. Penularan juga bisa terjadi dari manusia ke manusia melalui cairan tubuh sehingga kewaspadaan tetap harus dijaga.

Langkah awal yang paling efektif adalah menerapkan kebiasaan hidup bersih dan waspada terhadap sumber infeksi. Memerhatikan protokol kesehatan pangan dan lingkungan dapat membantu mencegah penyebaran virus Nipah di masyarakat. Dengan kesadaran kolektif, risiko wabah dapat diminimalisir meski ancaman virus ini semakin nyata di kawasan Asia.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com
Terbaru