Masalah penglihatan kini tidak hanya dialami lansia, tetapi juga banyak orang usia produktif yang akrab dengan layar digital. Dalam situasi itu, teknologi Presbyond muncul sebagai salah satu opsi koreksi mata yang ditujukan untuk membantu presbiopia atau mata tua, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kacamata.
Presbiopia umumnya membuat seseorang sulit melihat objek dekat, terutama saat membaca atau bekerja dengan jarak fokus pendek. Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), menjelaskan bahwa kondisi ini mulai terasa setelah usia 40 tahun dan kini semakin menonjol karena kebiasaan menggunakan perangkat digital dalam aktivitas harian.
Tekanan pada mata di era digital
Selain presbiopia, miopia dan astigmatisme juga menjadi tantangan yang kian banyak ditemui. Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M, menyebut gangguan tersebut semakin sering ditemukan pada kelompok usia produktif seiring penggunaan perangkat digital sejak usia dini.
Paparan layar dalam durasi panjang membuat mata terus bekerja pada jarak dekat. Kondisi itu dapat memicu kelelahan mata dan gangguan refraksi yang pada banyak kasus membuat seseorang bergantung pada kacamata atau lensa kontak untuk melihat jelas.
Ketergantungan itu tidak selalu nyaman bagi semua orang. Dalam aktivitas sehari-hari, kacamata dapat memengaruhi produktivitas, mobilitas, dan rasa praktis saat bekerja maupun beraktivitas di luar rumah.
Apa yang ditawarkan Presbyond
Melansir laman Mayapada, Presbyond Laser Blended Vision adalah teknologi koreksi penglihatan berbasis laser yang dikembangkan untuk membantu mengatasi presbiopia. Teknologi ini bekerja dengan pendekatan blended vision, yaitu memanfaatkan kemampuan satu mata untuk melihat jauh dan mata lainnya untuk melihat dekat, namun tetap memberi kesan penglihatan yang alami bagi otak.
Presbyond berbeda dari LASIK biasa karena disesuaikan secara personal berdasarkan profil aberasi mata pasien. Dengan bantuan perangkat pemetaan kornea yang canggih, tindakan ini dirancang agar hasil koreksinya lebih presisi dan nyaman.
Pendekatan tersebut menempatkan Presbyond sebagai solusi yang relevan bagi orang yang ingin tetap aktif tanpa terlalu bergantung pada kacamata. Di sisi lain, teknologi ini juga menjawab kebutuhan pasien yang menginginkan prosedur koreksi penglihatan yang tidak terlalu invasif.
Manfaat yang ditonjolkan
Salah satu manfaat utama Presbyond adalah membantu mengurangi bahkan menghilangkan kebutuhan akan kacamata baca. Teknologi ini juga disebut tidak memerlukan operasi katarak karena tidak mengganti lensa mata.
Prosedurnya dilakukan dalam waktu singkat dengan pemulihan yang cepat dan rasa tidak nyaman yang minimal. Karena bersifat personal, tingkat koreksi juga menyesuaikan profil penglihatan unik masing-masing individu.
Kriteria pasien yang dinilai cocok
Presbyond direkomendasikan bagi pasien berusia 40 tahun ke atas yang mulai kesulitan membaca. Teknologi ini juga ditujukan bagi mereka yang tidak memiliki katarak atau penyakit mata lain, serta ingin solusi bebas kacamata tanpa prosedur invasif.
Selain itu, Presbyond tidak ditujukan untuk gangguan mata berat seperti glaukoma atau retina lepas. Karena itu, evaluasi dokter tetap menjadi langkah penting sebelum menentukan apakah tindakan ini sesuai untuk kondisi mata seseorang.
Bagian dari koreksi penglihatan modern
President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menyampaikan bahwa MEC juga menghadirkan SMILE Pro sebagai teknologi koreksi penglihatan dengan laser femtosecond generasi terbaru yang dilengkapi Oculign System untuk menjaga akurasi dan stabilitas tindakan. Prosedur ini disebut minimal invasif, singkat, dan efektif untuk membantu pasien terbebas dari ketergantungan pada kacamata maupun lensa kontak, termasuk pada kasus rabun dekat atau hipermetropia.
Dalam penjelasan yang sama, SMILE Pro untuk miopia dan astigmatisme disebut berdurasi 8 detik, sedangkan PRESBYOND untuk presbiopia dapat diselesaikan dalam sekitar 20 detik. Teknologi seperti ini menegaskan bahwa koreksi penglihatan kini bergerak ke arah tindakan yang lebih cepat, personal, dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang ingin tetap produktif di era longevity.
