Banyak orang tanpa sadar berjalan mondar-mandir saat sedang menelepon. Ternyata kebiasaan ini memiliki manfaat penting bagi otak dan kesehatan, menurut para pakar psikologi dan ilmu saraf.
Survei American Academy of Orthopedic Surgeons (AAOS) mengungkap bahwa 90% responden pernah melihat orang berjalan sambil berbicara di telepon, dan 37% melakukannya sendiri. Fenomena ini tidak hanya kebetulan, melainkan ada penjelasan ilmiah yang mendasarinya.
Mengisi Kekosongan Sinyal Nonverbal
Saat berkomunikasi langsung, otak menerima banyak informasi visual dari bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata. Dr. Ken Fogel dari Universitas Chicago menjelaskan bahwa ketika menelepon, sinyal ini hilang sehingga otak harus mengisi kekosongan tersebut.
Gerakan seperti berjalan atau menggerakkan tangan merupakan cara otak menjaga fokus. Tubuh secara tidak sadar membantu menciptakan stimulasi sensorik yang hilang dari komunikasi tatap muka.
Meningkatkan Kreativitas dan Fokus Berpikir
Studi Universitas Stanford tahun 2014 menunjukkan bahwa berjalan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif hingga 60%. Saat menghadapi pembicaraan yang kompleks, bergerak membantu otak bekerja lebih efektif.
Aktivitas fisik ini merangsang area otak yang mengontrol bahasa dan pemikiran, sehingga memperjelas alur ide saat percakapan berlangsung.
Melepaskan Emosi dan Adrenalin Berlebih
Respons biologis terhadap situasi emosional seperti kecemasan atau kegembiraan memicu pelepasan adrenalin. Profesor Carolyn Y. Wei dari Universitas Washington menyatakan bahwa gerakan tubuh adalah cara alami mengalihkan energi berlebih tersebut.
Karena tubuh tidak dapat melawan "telepon", energi tersebut dilepaskan melalui gerakan fisik seperti berjalan atau menggerakkan tangan. Ini membantu meredakan ketegangan dan membuat pikiran lebih leluasa.
Manfaat Kesehatan dari Kebiasaan Ini
Selain manfaat kognitif, berjalan saat menelepon termasuk dalam aktivitas termogenesis non-olahraga (NEAT). Pekerja kantoran yang banyak duduk bisa memanfaatkan waktu menelepon untuk membakar kalori dan mengurangi risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama.
Perhatian Untuk Keselamatan
Meski bermanfaat, berjalan sambil menelepon harus dilakukan dengan hati-hati. Terlalu fokus pada percakapan bisa mengurangi kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, meningkatkan risiko kecelakaan.
Disarankan untuk berjalan di tempat yang aman, datar, dan tidak ramai. Hindari area seperti tangga, trotoar sempit, atau jalan dengan lalu lintas tinggi agar tetap aman selama melakukan kebiasaan ini.
Dengan memahami alasan ilmiah di balik kebiasaan berjalan saat menelepon, kini kita tahu bahwa aktivitas ini bukan sekadar kebiasaan aneh. Justru membantu meningkatkan fungsi otak dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jadi, tidak ada salahnya sesekali berjalan sambil berbicara di telepon untuk mendapatkan manfaat positif tersebut.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






