WHO Ungkap Fakta Penting Seputar Kasus Virus Nipah yang Terjadi di India

Author: Qoo Media

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini merilis tujuh temuan penting terkait kasus virus Nipah yang ditemukan di Bengala Barat, India. Informasi ini disampaikan melalui publikasi Disease Outbreak News (DONs), yang bertujuan memberikan gambaran jelas tentang perkembangan dan penanganan penyakit mematikan tersebut.

Dua kasus positif yang dilaporkan melibatkan seorang pria dan wanita berusia sekitar 20-30 tahun, keduanya bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta di Barasat. Gejala awal muncul pada akhir Desember 2025, dan keduanya mulai menjalani perawatan medis awal Januari 2026.

Konfirmasi Diagnostik dan Kondisi Pasien
Pada 13 Januari 2026, hasil pemeriksaan laboratorium dari India National Institute of Virology di Pune mengonfirmasi infeksi virus Nipah melalui dua metode: RT-PCR dan Enzyme-linked immunosorbent assay (Elisa). Kondisi perawat wanita tergolong kritis dan masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU dengan bantuan ventilator. Sementara itu, pasien pria mengalami gangguan neurologis serius, tetapi kondisinya menunjukkan perbaikan.

Sumber Penularan Masih Misterius
Hingga kini, penyebab utama penularan virus pada kedua perawat tersebut belum berhasil diidentifikasi. Hal ini menimbulkan tantangan dalam menentukan langkah penanggulangan yang efektif karena sumber infeksi awal masih belum diketahui secara pasti. Menurut Prof. Tjandra Yoga Aditama, mantan direktur WHO Asia Tenggara, penanganan kasus ini belum bisa dianggap tuntas tanpa pengungkapan sumber penularan tersebut.

Status Penyebaran dan Risiko Kesehatan
Pusat Pengendalian Penyakit Nasional India (India National Centre for Disease Control) menyatakan pada 27 Januari 2026 bahwa tidak ada kasus terkonfirmasi baru yang muncul di wilayah Barasat. WHO menilai risiko penyebaran virus Nipah dalam skala subnasional berada pada kategori moderat. Sementara itu, risiko di tingkat regional dan global dinyatakan rendah, menunjukkan potensi wabah yang terbatas saat ini.

Pentingnya WHO Memprioritaskan Virus Nipah
WHO telah memasukkan virus Nipah sebagai salah satu patogen prioritas dalam cetak biru penelitian dan kesiapan respons terkait epidemi maupun pandemi. Upaya ini bertujuan mempercepat pengembangan alat diagnostik, vaksin, dan terapi medis agar penanganan terhadap virus Nipah dapat lebih efektif di masa depan.

Berbagai temuan ini menjadi penting untuk dipahami oleh masyarakat dan tenaga medis agar langkah-langkah pencegahan serta pengendalian infeksi bisa dilakukan dengan tepat. Kesiapan dan kewaspadaan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi kasus serupa yang mungkin muncul di kemudian hari.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Terbaru