Mengenal Keakuratan Deteksi Irama Jantung pada Smartwatch Menurut Para Ahli Medis

Fitur pemantau detak dan irama jantung pada smartwatch kini semakin diminati masyarakat. Teknologi sensor dan fungsi EKG bawaan dapat mengidentifikasi irama jantung tidak normal dengan klaim keakuratan yang tinggi.

Dokter Subspesialis Aritmia, Ardian Rizal, menyatakan smartwatch efektif untuk mendeteksi gangguan irama jantung secara awal. Ia menjelaskan ada dua teknologi utama yang digunakan yakni PPG dan EKG aktif.

Teknologi PPG (photoplethysmography) memanfaatkan sinar hijau di bagian belakang jam untuk memantau aliran darah. Sedangkan fitur EKG aktif bekerja saat pengguna menyentuh sensor pada perangkat.

Menurut Ardian, kedua metode ini cukup sensitif dan akurat untuk skrining awal masyarakat terhadap potensi aritmia. Meski demikian, smartwatch tidak dapat dijadikan dasar diagnosis definitif.

“Wearable device bisa menjadi langkah awal mendeteksi kelainan,” ujar Ardian pada acara Pulse Day 2026 di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta. Ia menegaskan smartwatch membantu identifikasi gangguan yang kerap hilang-timbul.

Pemeriksaan rutin menggunakan elektrokardiogram (EKG) di klinik umumnya merekam aktivitas listrik jantung dalam waktu singkat. Akibatnya, gangguan irama yang muncul sewaktu-waktu bisa terlewatkan.

Smartwatch mampu memantau denyut jantung secara kontinu selama 24 jam. Teknologi PPG mendeteksi aliran darah lewat sinar hijau, ditambah fitur EKG aktif saat pengguna menyentuh sensor.

Aritmia menjadi persoalan kesehatan serius yang kerap tidak disadari masyarakat. Banyak kasus baru diketahui setelah muncul komplikasi berat seperti stroke dan gagal jantung.

Kondisi ini sering tanpa gejala pada tahap awal sehingga sulit terdeteksi. Aritmia bisa dialami siapa saja, termasuk individu dengan aktivitas dan intensitas kerja tinggi.

Pemanfaatan smartwatch sebagai alat skrining dapat membantu deteksi dini aritmia. Langkah ini penting agar pasien mendapat penanganan tepat sebelum gejala berat muncul.

Berikut ringkasan keunggulan teknologi pada smartwatch dalam deteksi irama jantung:

1. PPG: Memantau aliran darah secara noninvasif dengan sinar hijau sepanjang hari.
2. EKG aktif: Mengukur aktivitas listrik jantung saat pengguna menyentuh sensor.
3. Monitoring kontinu: Memperbesar peluang deteksi gangguan yang tidak terekam pemeriksaan klinik biasa.

Walau begitu, pemeriksaan medis konvensional tetap diperlukan untuk diagnosis dan terapi. Smartwatch hanya melengkapi proses skrining dan meningkatkan kewaspadaan pengguna terhadap kondisi jantungnya.

Deteksi dini aritmia lewat teknologi wearable bisa mencegah komplikasi serius. Oleh karenanya, masyarakat didorong memanfaatkan fitur smartwatch secara bijak dan konsultasi ke dokter jika ada indikasi gangguan.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version