Cara Efektif Mengatasi Obesitas: Pendekatan Holistik Lebih dari Sekadar Diet Saja

Kasus obesitas di Indonesia semakin meningkat dan tidak cukup hanya diatasi dengan diet individu. Para pakar menekankan pentingnya perubahan pendekatan terhadap pola makan yang mempertimbangkan karakter budaya dan kebiasaan makan masyarakat.

Dr. Tan Shot Yen, dokter gizi masyarakat, menilai solusi obesitas harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan membangun kebiasaan makan sehat yang sesuai dengan kebiasaan lokal. Pendekatan ini juga perlu diadopsi dalam program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk memberikan contoh nyata dalam penerapan pola makan berbasis budaya.

Dr. Tan menjelaskan bahwa pendekatan sehat tidak semata soal makanan yang enak atau tidak, tetapi lebih kepada bagaimana cara penyajian dan interaksi yang tepat dengan sasaran penerima. Ahli gizi perlu berada di tengah masyarakat, melakukan diskusi langsung agar dapat mengenali preferensi makanan lokal dan mengembangkan alternatif sehat yang menarik bagi anak-anak.

Contohnya, jika anak-anak senang makan pentol, ahli gizi dapat membuat bakso ikan yang mirip pentol agar lebih bergizi namun tetap disukai. Begitu pula dengan mi yang populer di kalangan anak-anak di Indonesia; bentuk dan rasa makanan bergizi dapat dimodifikasi agar menyerupai mi agar lebih diterima.

“Ini hanya soal variasi bentuk, rasa, dan tampilan makanan,” ujar Dr. Tan. Pendekatan semacam ini membantu anak-anak mengonsumsi makanan sehat tanpa merasa kehilangan kesukaan mereka terhadap makanan tertentu.

Di sisi lain, Nida Adzilah Auliani, Project Lead Food Policy CISDI, mengingatkan bahwa obesitas bukan semata-mata masalah perilaku individu. Faktor lingkungan pangan dan kebijakan pemasaran produk tidak sehat sangat berpengaruh. Pangan tidak sehat seringkali menjadi pilihan termudah dan termurah tanpa adanya intervensi kebijakan yang efektif.

Nida menegaskan pentingnya kebijakan sistematis seperti cukai minuman berpemanis, label peringatan pada kemasan produk tinggi gula, garam, dan lemak, serta pembatasan pemasaran produk tersebut, khususnya yang menargetkan anak-anak dan remaja. Kebijakan ini telah terbukti efektif menekan konsumsi di sejumlah negara.

Selain itu, penguatan regulasi kantin sehat di sekolah dan institusi lainnya juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat. Tanpa langkah-langkah ini, edukasi saja tidak cukup untuk melawan strategi pemasaran produk tidak sehat yang agresif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Secara keseluruhan, para ahli sepakat obesitas harus ditangani dengan pendekatan holistik yang melibatkan intervensi pada pola makan melalui budaya lokal dan kebijakan sistem pangan yang mendukung. Perubahan ini penting agar kebiasaan makan sehat dapat terinternalisasi dalam masyarakat luas dan mendorong penurunan angka obesitas secara berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button