Cara Deteksi Awal Sakit Jantung dengan Raba Nadi Pakai Dua Jari, Mudah dan Efektif

Deteksi awal gangguan irama jantung bisa dilakukan dengan cara sederhana, yakni meraba denyut nadi di pergelangan tangan. Teknik ini efektif terutama bagi yang belum menggunakan teknologi seperti smartwatch.

Menurut dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP, (K) CCDS dari Eka Hospital MT Haryono, meraba nadi menggunakan dua atau tiga jari di sisi bawah pergelangan tangan dekat ibu jari sangat dianjurkan. Hindari menggunakan ibu jari karena memiliki denyut sendiri dan dapat mengganggu pengukuran.

Smartwatch memang memiliki kemampuan mendeteksi potensi aritmia jantung melalui sensor cahaya yang membaca aliran darah di pergelangan tangan. Namun, dr. Evan menjelaskan bahwa perangkat ini hanya menghitung denyut nadi, bukan denyut jantung langsung. Oleh karena itu, cara manual meraba nadi tetap penting sebagai metode deteksi dini.

Denyut nadi yang tidak beraturan menjadi tanda utama aritmia, salah satu gangguan irama jantung yang paling umum adalah atrium fibrilasi. Kondisi ini terjadi ketika serambi jantung berdenyut cepat dan tidak terkoordinasi, sehingga irama jantung menjadi kacau.

Atrium fibrilasi meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah yang dapat menyebabkan stroke. Banyak pasien bahkan tidak menyadari kondisi ini karena gejalanya seringkali samar, hanya berupa rasa berdebar atau lelah ringan.

Secara medis, denyut nadi cepat disebut takikardia jika melebihi 100 kali per menit saat istirahat, dan denyut nadi lambat atau bradikardia jika kurang dari 60 kali per menit saat istirahat. Namun, jika denyut nadi itu tidak beraturan, hal ini menandakan adanya gangguan yang perlu diwaspadai.

Berikut ini panduan cara meraba denyut nadi untuk deteksi dini gangguan jantung:
1. Tempatkan dua atau tiga jari di sisi bawah pergelangan tangan, di sisi ibu jari.
2. Hindari menggunakan ibu jari karena denyutnya dapat mengganggu hasil.
3. Rasakan denyut nadi selama 15 hingga 30 detik untuk mengetahui ritme dan kecepatan.
4. Perhatikan apakah denyut terasa teratur atau tidak.

Jika denyut terasa tidak beraturan, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Deteksi dini aritmia dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti stroke.

Selain meraba nadi, mengenali gejala lain seperti berdebar yang tidak biasa, kelelahan ekstrem, atau sesak napas juga penting untuk mengantisipasi masalah jantung. Kewaspadaan dan pemeriksaan rutin menjadi kunci dalam menjaga kesehatan jantung.

Teknologi smartwatch memang membuka peluang baru dalam pemantauan kesehatan jantung secara real-time. Namun, metode konvensional seperti meraba denyut nadi tetap menjadi cara cepat dan mudah untuk deteksi gangguan jantung secara mandiri di rumah.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button