Semarang Raih Peringkat Ketiga Kota Paling Berkelanjutan Berkat Inovasi Layanan Kesehatan

Transformasi layanan kesehatan di Kota Semarang telah membawa perubahan signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam waktu satu tahun kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti, Semarang berhasil menempati posisi ketiga sebagai kota paling berkelanjutan di Indonesia berdasarkan UI Green Metric 2025.

Penguatan layanan kesehatan di kota ini tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga membangun ekosistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Jumlah peserta program Universal Health Coverage (UHC) melonjak dari 98.261 pada 2024 menjadi 228.859 pada 2025. Perubahan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses jaminan kesehatan dasar bagi warganya.

Selain itu, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan turut diperkuat. Pemerintah membangun empat puskesmas baru dan tiga puskesmas pembantu untuk memperpendek jarak layanan kesehatan. Hal ini memperkuat pelayanan promotif dan preventif yang sangat dibutuhkan di tingkat wilayah.

Penanganan masalah kesehatan masyarakat seperti stunting juga terlihat hasil positif. Kasus stunting berhasil ditekan dari 5.480 menjadi 3.560 pada 2025. Program daycare Rumah Pelita dan pendampingan keluarga menjadi kunci utama intervensi tersebut, berhasil mengurangi risiko kekurangan gizi pada lebih dari 2.400 balita.

Selain itu, penanggulangan Tuberkulosis (TB) juga menunjukkan kemajuan. Skrining masif telah menjangkau hampir 1,9 juta penduduk, dengan kasus ditemukan sebanyak 6.144, menurun dibanding tahun sebelumnya. Strategi ini menunjukkan pendekatan menyeluruh dalam kesehatan masyarakat yang terus berjalan.

Perwujudan kota berkelanjutan juga didukung oleh upaya rehabilitasi lingkungan. Pemerintah setempat telah merehabilitasi 10.000 batang mangrove dan memperluas ruang hijau sebagai bagian dari strategi kesehatan berbasis lingkungan. Hal ini tidak hanya menyehatkan warga tetapi juga menjaga ekosistem yang esensial.

Kepemimpinan Wali Kota Semarang menitikberatkan pada lima pilar pembangunan: Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh. Strategi ini memberikan dampak positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 85,80, tertinggi di Jawa Tengah. Riset kepuasan warga menunjukkan tingkat apresiasi sebesar 83,6 persen untuk pelayanan publik.

Pendekatan ekosistem ini membuktikan bahwa pembangunan layanan kesehatan di Semarang dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan dasar masyarakat secara holistik. Tidak sekadar angka, perubahan nyata terlihat pada keseharian warga yang kini menikmati layanan kesehatan lebih mudah dijangkau dan perlindungan kesehatan yang kian luas.

Peningkatan kualitas hidup warga tercermin pada angka harapan hidup yang mencapai 78,72 tahun. Dengan demikian, Semarang tidak hanya sukses memenuhi target kesehatan, tetapi juga mengokohkan posisinya sebagai kota yang berkelanjutan dan layak huni di tingkat nasional.

Transformasi ini membuat Semarang menjadi contoh bagi kota lainnya dalam mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan pembangunan yang ramah lingkungan dan ekonomi kerakyatan. Langkah-langkah yang telah diambil membuka jalan bagi perkembangan kota berkelanjutan yang lebih inklusif dan resilient di masa depan.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version