
Berat badan anak yang sulit naik sering membuat orang tua khawatir, terutama bila sudah diberi makan dengan cukup tetapi hasilnya tetap tidak terlihat. Dalam sejumlah kasus, kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan nafsu makan atau pola asuh, melainkan bisa menjadi tanda awal penyakit jantung bawaan yang belum terdeteksi.
Penyakit jantung bawaan adalah kelainan struktur atau fungsi jantung yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan jantung memompa darah secara optimal, sehingga tubuh anak harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan energi.
Kenapa berat badan anak bisa sulit naik
Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi dari biasanya untuk membantu kerja jantung dan pernapasan. Hal ini membuat asupan energi yang seharusnya dipakai untuk tumbuh justru banyak terpakai untuk mempertahankan fungsi tubuh.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Putri Reno Indrisia, menjelaskan bahwa kondisi tersebut sering membuat pertumbuhan anak terhambat. “Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Kondisi ini sering menyebabkan berat badan anak sulit naik dan pertumbuhan menjadi terhambat dibandingkan anak seusianya,” ujarnya.
Gejala yang sering tidak disadari
Banyak orang tua mengira anak hanya tampak lebih lemas karena kurang makan atau kurang istirahat. Padahal, pada bayi dan anak dengan penyakit jantung bawaan, gejala bisa muncul dalam bentuk yang halus dan mudah disalahartikan.
- Bayi menyusu terputus-putus atau cepat berhenti saat menyusu.
- Bayi berkeringat saat menyusu.
- Berat badan sulit naik meski asupan terlihat cukup.
- Anak mudah lelah saat bermain atau beraktivitas.
- Anak lebih sering mengalami infeksi saluran pernapasan.
Pada kasus yang lebih berat, gejala juga dapat terlihat dari napas yang tersengal, jantung berdebar, nyeri dada, atau pertumbuhan yang tertinggal dari anak seusianya. Tanda kebiruan pada bibir, lidah, atau ujung jari juga perlu diwaspadai karena bisa menunjukkan kadar oksigen darah yang rendah.
Mengenal dua tipe penyakit jantung bawaan
Secara umum, penyakit jantung bawaan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu non-sianotik dan sianotik. Pembagian ini penting karena menentukan tingkat keparahan dan gejala yang muncul pada anak.
Tipe non-sianotik biasanya belum menimbulkan warna kebiruan karena kadar oksigen dalam darah masih cukup. Sementara itu, tipe sianotik lebih serius karena terjadi percampuran darah yang menurunkan kadar oksigen, sehingga bibir, lidah, atau ujung jari dapat tampak kebiruan.
Gejala kebiruan ini bisa lebih jelas saat anak menangis, menyusu, atau kelelahan. Dalam jangka panjang, kekurangan oksigen juga dapat membuat ujung jari membulat, yang dalam dunia medis dikenal sebagai clubbing.
Mengapa diagnosis dini sangat penting
Penyakit jantung bawaan tidak selalu langsung terlihat sejak lahir. Pada sebagian anak, keluhan baru muncul ketika usia bertambah dan aktivitas fisik meningkat, sehingga diagnosis kerap terlambat bila orang tua tidak peka terhadap perubahan kecil.
Untuk memastikan kondisi ini, dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan biasanya dimulai dari mendengarkan suara jantung, mengukur kadar oksigen dalam darah, lalu dilanjutkan dengan rekam jantung dan USG jantung atau ekokardiografi.
Pemeriksaan ini membantu dokter melihat struktur jantung secara detail dan menilai seberapa berat gangguan yang terjadi. Deteksi dini menjadi penting karena semakin cepat kondisi diketahui, semakin besar peluang anak mendapat penanganan yang tepat.
Pilihan penanganan yang tersedia
Penanganan penyakit jantung bawaan berbeda pada tiap anak, tergantung jenis kelainan dan tingkat keparahannya. Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan terapi obat untuk membantu kerja jantung dan mengurangi gejala.
Dalam kasus lain, diperlukan tindakan non-bedah seperti pemasangan alat khusus. Bila kelainan struktur jantung cukup kompleks, operasi dapat menjadi pilihan untuk memperbaiki fungsi jantung agar aliran darah kembali lebih baik.
Dengan perkembangan teknologi medis, peluang anak untuk tumbuh dan hidup lebih sehat kini jauh lebih terbuka. Rumah sakit dengan layanan jantung dan pembuluh darah yang komprehensif, seperti Heart & Vascular Center di Bethsaida Hospital Gading Serpong, menekankan pentingnya penanganan yang didukung teknologi modern dan tim dokter berpengalaman.
Tanda yang sebaiknya segera diperiksa ke dokter
Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila menemukan gejala yang menetap atau berulang. Pemeriksaan lebih cepat bisa membantu mencegah komplikasi yang lebih serius pada pertumbuhan dan fungsi organ lain.
- Berat badan tidak naik sesuai usia.
- Anak cepat lelah saat aktivitas ringan.
- Napas tampak cepat atau tersengal.
- Berkeringat berlebihan saat menyusu atau beraktivitas.
- Bibir, lidah, atau ujung jari tampak kebiruan.
- Anak sering terserang infeksi saluran napas.
Margareth Aryani Santoso, direktur rumah sakit Bethsaida Hospital Gading Serpong, mengatakan bahwa fasilitas modern dan tim spesialis yang berpengalaman dibutuhkan agar pasien mendapat penanganan optimal. Ia menekankan bahwa tujuan utama perawatan adalah membantu pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.
Kewaspadaan orang tua tetap menjadi langkah awal yang paling penting saat berat badan anak sulit naik tanpa sebab yang jelas. Jika tanda-tanda tersebut muncul, pemeriksaan ke dokter anak atau dokter jantung anak dapat membantu menemukan penyebabnya lebih cepat, termasuk kemungkinan penyakit jantung bawaan yang sering tidak disadari sejak awal.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




