Detect Me, Harapan Baru Ibu Hamil Daerah Memantau Janin Dari Rumah

Angka kematian ibu di Indonesia masih menjadi persoalan besar, terutama di wilayah yang sulit dijangkau layanan kesehatan. Dalam situasi itu, hadir Detect Me, inovasi hasil kolaborasi peneliti Indonesia dan Australia yang menawarkan cara baru memantau kesehatan ibu hamil dan janin dari rumah.

Alat ini memberi ruang bagi ibu hamil untuk memeriksa kondisi janin secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada kunjungan fasilitas kesehatan. Data yang dibaca perangkat langsung terhubung ke aplikasi seluler dan diteruskan ke platform web agar tenaga kesehatan bisa memantau hasilnya secara real-time.

Harapan Baru untuk Pemantauan Kehamilan

Detect Me dirancang untuk membantu deteksi dini bila ada gangguan selama kehamilan. Dengan pemantauan yang lebih cepat, tenaga kesehatan bisa mengambil langkah medis lebih awal dan menekan risiko keterlambatan penanganan yang selama ini kerap membahayakan ibu maupun bayi.

Latar kebutuhan inovasi ini cukup jelas karena Indonesia masih mencatat rasio sekitar 140 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses layanan, kecepatan deteksi, dan pemantauan kehamilan masih menjadi tantangan di banyak daerah.

Diuji di Wilayah dengan Risiko Tinggi

Proyek riset Ultralight yang melahirkan Detect Me melibatkan tujuh institusi lintas negara. Di dalamnya ada Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Telkom University, Poltekkes Kemenkes Kupang, Rumah Sakit Hasan Sadikin, dan University of Newcastle.

Penelitian dilakukan di sejumlah wilayah dengan risiko tinggi, termasuk Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan komunitas pengungsi di Australia. Pemilihan lokasi itu menunjukkan bahwa inovasi ini tidak hanya ditujukan untuk masalah teknologi, tetapi juga untuk konteks layanan kesehatan yang sangat beragam.

Tantangan Bukan Hanya Alat

Peneliti utama proyek, Restuning Widiasih, menilai tantangan terbesar justru ada pada perubahan perilaku. Ia menyebut sebagian ibu hamil masih terbiasa menjadi penerima layanan pasif, sehingga penggunaan alat mandiri di rumah tidak selalu mudah diterima.

Restuning menggambarkan adanya budaya ketika ibu hamil cenderung menunggu tenaga kesehatan datang dan tidak terbiasa mengoperasikan perangkat sendiri. Perubahan kebiasaan seperti ini membuat implementasi teknologi kesehatan memerlukan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar distribusi alat.

Dampak Tak Terduga di Dalam Keluarga

Di sisi lain, Detect Me juga memunculkan efek yang tidak terduga di rumah. Saat alat dititipkan kepada keluarga, terutama suami, keterlibatan mereka dalam urusan kehamilan justru meningkat.

Mereka ikut membantu istri menggunakan alat, memperhatikan data, dan mulai lebih aktif bertanya tentang kondisi janin. Dari sini, inovasi ini bukan hanya memperkuat pemantauan medis, tetapi juga membuka ruang partisipasi keluarga dalam menjaga kesehatan ibu hamil di daerah.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button