700 Ribu Kasus Malaria Mengguncang Papua, Kemenkes Siapkan Jalan Eliminasi Hingga 2030

Author: Qoo Media

Kementerian Kesehatan mengungkap jumlah kasus malaria di Indonesia masih tinggi dan menembus lebih dari 700 ribu kasus. Lonjakan ini membuat pemerintah menyiapkan penanggulangan yang lebih terarah untuk mengejar target eliminasi malaria hingga 2030.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menyebut angka tersebut menjadi yang tertinggi dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 543 ribu kasus. Menurut dia, penyebaran malaria dipengaruhi banyak faktor, mulai dari mobilitas penduduk hingga kondisi cuaca yang mendukung perkembangan nyamuk pembawa penyakit.

Papua jadi wilayah dengan beban terbesar

Kasus malaria masih terkonsentrasi di Papua dengan porsi penyebaran yang disebut mencapai 95 persen. Kondisi geografis yang sulit membuat upaya pengendalian di wilayah itu tidak sederhana, apalagi saat pembiayaan juga ikut tertekan oleh efisiensi anggaran.

Meski demikian, Kemenkes mencatat capaian eliminasi di daerah lain terus bergerak. Dari 512 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 412 daerah atau sekitar 80 persen sudah terbebas dari malaria.

Cara penularan dan gejala yang perlu dikenali

Malaria merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh паразit plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Gejala yang kerap muncul antara lain demam tinggi, menggigil, sakit kepala, serta nyeri pada otot kaki dan tangan.

Risiko penularan juga lebih besar pada kelompok tertentu. Mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis, berada dekat genangan air, serta sering beraktivitas di luar ruangan pada malam hari termasuk kelompok yang lebih rentan terinfeksi.

Upaya pencegahan tidak cukup dari layanan kesehatan

Kemenkes menekankan bahwa pengendalian malaria tidak bisa hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan. Perubahan perilaku masyarakat juga dibutuhkan, misalnya dengan membersihkan genangan air, memakai kelambu saat tidur, menggunakan obat anti nyamuk, dan menutup ventilasi rumah dengan kain kasa.

Sejumlah langkah pendukung juga terus dilakukan, termasuk penyebaran larvasida, penggunaan ikan pemakan jentik, serta penanaman tanaman yang dikenal dapat mengusir nyamuk seperti serai dan lavender. Upaya ini dilengkapi dengan penguatan deteksi dini dan respons yang lebih cepat terhadap kasus.

Tantangan eliminasi masih besar

Meski progres eliminasi dinilai cukup baik, tantangan di lapangan masih menonjol pada daerah pelosok dan wilayah hutan yang sulit dijangkau. Kondisi itu membuat penanganan kasus tidak selalu bisa dilakukan cepat, sehingga dibutuhkan terobosan khusus untuk lokasi-lokasi tersebut.

Kemenkes juga menyoroti munculnya kembali kejadian luar biasa di daerah yang sebelumnya dinyatakan bebas malaria. Karena itu, pemerintah menyiapkan langkah strategis seperti penyelidikan epidemiologi dan survei migrasi di daerah endemis rendah.

Kolaborasi lintas sektor jadi kunci

Dr. Prima menegaskan bahwa eliminasi malaria hingga 2030 memerlukan kerja sama lintas sektor. Pendekatan pengendalian faktor risiko, termasuk distribusi kelambu di daerah endemis tinggi dan surveilans vektor, menjadi bagian penting dari strategi yang disiapkan pemerintah.

Dengan beban kasus yang masih tinggi dan tantangan yang tersebar di berbagai wilayah, upaya penanggulangan malaria kini diarahkan agar lebih menyeluruh, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga penguatan respons di daerah yang paling rentan.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terbaru