Teknologi implan koklea pintar mulai diperkenalkan di Indonesia sebagai pilihan penanganan baru bagi pasien dengan gangguan pendengaran. Kehadiran sistem ini menonjol karena menawarkan pembaruan perangkat lunak langsung pada implan, sehingga pengguna tidak perlu mengganti perangkat secara keseluruhan untuk mengikuti perkembangan teknologi.
Sistem ini juga dilengkapi memori internal yang dapat menyimpan pengaturan suara personal. Fitur tersebut membantu pasien saat memakai perangkat pengganti, sekaligus menjaga kenyamanan penggunaan dalam aktivitas sehari-hari.
Pembaruan yang ditawarkan pada implan koklea generasi terbaru
Implan koklea generasi terbaru ini disebut sebagai Nexa System, yang diperkenalkan sebagai implan koklea pintar pertama dan satu-satunya di dunia. Marketing Director Cochlear untuk kawasan Asia, Ashish Joshi, menyebut inovasi tersebut sebagai terobosan penting dalam solusi pendengaran.
“Nexa System merupakan implan koklea pintar pertama dan satu-satunya di dunia yang menghadirkan terobosan signifikan dalam solusi pendengaran,” ujar Ashish Joshi di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Ia menambahkan bahwa Cochlear membawa inovasi ini ke kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperluas akses teknologi pendengaran.
Distribusi di Indonesia dan peran layanan kesehatan
Di Indonesia, teknologi ini hadir melalui Kasoem Hearing Center yang menilai kehadirannya sebagai langkah penting untuk meningkatkan layanan kesehatan pendengaran. Trista Kasoem dari Kasoem Hearing Center mengatakan sistem ini membuka peluang baru bagi pasien yang membutuhkan solusi pendengaran yang berkelanjutan.
Menurut Trista, teknologi tersebut memberi manfaat bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk akses terhadap pembaruan di masa depan. Hal itu dinilai sejalan dengan upaya menyediakan layanan yang lebih baik bagi pasien di Indonesia.
Implementasi teknologi ini dilakukan melalui prosedur operasi di Siloam Hospitals Lippo Village oleh dokter spesialis THT-KL. dr Eko Teguh Prianto menilai sistem tersebut berpotensi memberikan kualitas pendengaran yang lebih optimal dalam jangka panjang.
Manfaat klinis dan tingkat keandalan
dr Eko Teguh Prianto menyebut Nucleus Nexa System dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pengguna dengan gangguan pendengaran. Ia juga menyoroti tingkat keandalan implan yang disebut telah mencapai 99,76 persen, sehingga memberi rasa aman bagi pasien.
Pernyataan itu memperkuat pandangan bahwa implan koklea bisa menjadi opsi yang lebih efektif dibanding alat bantu dengar konvensional. Teknologi ini bekerja dengan merangsang langsung saraf pendengaran, sehingga dinilai mampu menjawab kebutuhan penanganan yang lebih modern.
Akses yang lebih luas untuk penanganan modern
Humas Siloam Hospitals Lippo Village, Alexander Mutak, mengatakan pihaknya bangga menjadi bagian dari pengenalan teknologi implan koklea pintar di Indonesia. Ia menilai inovasi ini membuka peluang lebih luas bagi pasien untuk memperoleh penanganan yang modern dan efektif.
Pengenalan teknologi ini juga menegaskan bahwa gangguan pendengaran tetap menjadi tantangan kesehatan yang besar secara global. Di tengah kebutuhan tersebut, implan koklea pintar hadir sebagai salah satu pendekatan yang menawarkan pembaruan, personalisasi, dan kesinambungan perawatan bagi pasien.
Source: www.beritasatu.com






