Lensa HALT pada kacamata anak dengan miopia bekerja bukan hanya untuk membuat penglihatan lebih jelas, tetapi juga untuk membantu memperlambat pertambahan minus. Teknologi ini dirancang agar pertumbuhan bola mata yang memanjang, yang menjadi penyebab utama rabun jauh makin berat, dapat dikendalikan sejak dini.
Pada anak, miopia sering berkembang tanpa disadari sampai penglihatan jauh mulai kabur atau anak sering mendekat ke layar dan papan tulis. Karena itu, deteksi dan penanganan lebih awal menjadi penting agar risiko gangguan penglihatan yang lebih serius di kemudian hari bisa ditekan.
Mengapa miopia pada anak perlu dikendalikan
Dokter Spesialis Anak di Divisi Refraksi, Low Vision, dan Lensa Kontak RS Mata Cicendo, dr. Susanti Natalya, Sp.M(K), M.Kes., menyebut miopia pada anak tidak cukup hanya dikoreksi. Menurut dia, kondisi ini juga perlu ditangani sejak awal agar perkembangan gangguan penglihatan dapat diperlambat.
Gejala miopia pada anak umumnya terlihat dari kesulitan melihat objek jauh, sering menyipitkan mata, duduk terlalu dekat dengan layar atau papan tulis, serta keluhan seperti sakit kepala dan mata mudah lelah. Keluhan semacam ini sering dianggap biasa, padahal bisa menjadi tanda awal rabun jauh yang terus bertambah.
WHO memperkirakan setengah populasi dunia berisiko mengalami miopia pada tahun 2050 bila tidak ada upaya pengendalian yang efektif. Risiko itu meningkat karena kombinasi faktor genetik dan gaya hidup modern, termasuk terlalu lama menatap layar dan kurang aktivitas di luar ruangan.
Cara kerja lensa HALT
Lensa HALT atau Highly Aspherical Lenslet Target memakai ribuan lensa mikro berbentuk asferis yang tersebar di permukaan lensa kacamata. Susunan ini menciptakan sinyal optik khusus yang membantu memperlambat pertumbuhan bola mata yang semakin panjang.
Berbeda dari lensa biasa yang hanya memusatkan cahaya ke retina agar penglihatan tampak jelas, HALT membentuk “volume defokus” di depan retina. Sinyal optik ini memberi rangsangan pada mata untuk memperlambat proses pemanjangan bola mata.
Menurut platform edukasi kesehatan mata My Kids Vision, teknologi HALT menggunakan lebih dari seribu lenslet kecil yang disusun melingkar di sekitar area tengah lensa. Bagian tengah tetap memberi penglihatan tajam, sedangkan lenslet di sekitarnya bekerja untuk mengontrol pertumbuhan mata.
Efektivitas yang sudah diuji
Lensa manajemen miopia dengan teknologi HALT merupakan salah satu inovasi Essilor Stellest yang lahir dari penelitian selama empat tahun. Hasil klinisnya menunjukkan perlambatan perkembangan miopia rata-rata sebesar 67 persen dibandingkan lensa single vision, dengan syarat dipakai setidaknya 12 jam sehari selama dua tahun berturut-turut.
Temuan itu penting karena menunjukkan bahwa kacamata anak dengan miopia tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat koreksi. Teknologi ini juga diarahkan untuk mengendalikan progresivitas rabun jauh agar minus tidak cepat bertambah.
Meski begitu, lensa HALT bukan alat untuk menyembuhkan miopia sepenuhnya. Fungsinya lebih tepat dipahami sebagai upaya memperlambat pertambahan minus agar risiko komplikasi mata berat di masa depan bisa ditekan.
Faktor yang membuat miopia cepat bertambah
dr. Susanti menjelaskan bahwa beberapa faktor berkaitan dengan meningkatnya risiko maupun progresivitas miopia. Di antaranya riwayat keluarga, kebiasaan melihat pada jarak dekat dalam waktu lama, jarak baca yang terlalu dekat, serta kurangnya waktu beraktivitas di luar ruang.
Kebiasaan anak yang terlalu sering menatap gadget atau membaca dalam jarak sangat dekat dapat memberi beban tambahan pada mata. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, minus bisa bertambah lebih cepat seiring pertumbuhan usia anak.
Karena itu, pemeriksaan mata rutin sejak dini menjadi langkah penting, terutama pada anak usia sekolah. Pemeriksaan seperti ini dapat membantu mengenali miopia lebih awal sebelum keluhan penglihatan jauh makin mengganggu aktivitas harian.
Akses lensa HALT di Bandung
Inovasi lensa HALT kini sudah tersedia di Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung. Teknologi ini juga hadir di Essilor Stellest Corner di Pusat Mata Nasional (PMN) Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai sarana edukasi dan dukungan keluarga untuk deteksi serta manajemen miopia sejak dini pada anak.
Keberadaan layanan tersebut memberi peluang bagi keluarga untuk mengenal opsi penanganan miopia yang lebih terarah. Dengan pemantauan yang tepat, penglihatan anak dapat dijaga lebih baik sambil menekan risiko minus bertambah cepat dalam jangka panjang.
Source: www.suara.com