
Pencernaan sehat memegang peran penting dalam mendukung anak tetap aktif, lahap makan, dan tidur lebih nyenyak. Saat sistem cerna bekerja baik, tubuh anak lebih mudah menyerap gizi dari makanan sehingga kebutuhan untuk tumbuh, belajar, dan beraktivitas dapat terpenuhi secara optimal.
Sebaliknya, gangguan pada pencernaan sering tercermin dari perubahan perilaku harian yang terlihat sederhana. Anak yang lebih mudah rewel, nafsu makan menurun, atau tidur tidak nyenyak bisa saja sedang mengalami ketidaknyamanan pada saluran cerna.
Tanda yang sering muncul pada anak
Dokter Spesialis Anak dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A., BMedSci, MKes, menegaskan bahwa kesehatan pencernaan sangat berpengaruh pada penyerapan gizi. Ia menjelaskan, bila pencernaan tidak berjalan optimal, dampaknya dapat muncul pada suasana hati anak, pola makan, hingga kualitas tidur.
“Pencernaan yang sehat sangat berperan dalam penyerapan gizi. Jika pencernaan tidak optimal, anak bisa menjadi lebih rewel, pola makannya terganggu, dan kualitas tidurnya menurun,” ujar dr. Miza.
Kondisi tersebut membuat orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kecil yang terjadi pada anak sehari-hari. Gejala yang tampak ringan kerap menjadi petunjuk awal bahwa sistem pencernaan membutuhkan perhatian lebih.
Asupan harian ikut menentukan
Selain mengenali tanda-tanda pada anak, pemilihan asupan gizi harian juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Makanan yang beragam dan seimbang dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota saluran cerna yang dibutuhkan tubuh.
Dr. Miza juga menyoroti peran probiotik tertentu dalam pola makan anak. Namun, ia menekankan bahwa manfaat probiotik bersifat spesifik tergantung jenisnya, sehingga pemilihannya perlu didukung bukti ilmiah yang kuat.
Pendekatan ini penting karena kebutuhan anak tidak hanya soal kenyang, tetapi juga soal kualitas nutrisi yang masuk ke tubuh. Ketika pencernaan mendukung penyerapan zat gizi, kondisi anak umumnya lebih siap untuk bergerak aktif dan menjalani rutinitas harian.
Edukasi orang tua lewat pengalaman interaktif
Perhatian terhadap kesehatan pencernaan anak juga mendorong hadirnya edukasi bagi orang tua melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian. Nestlé Indonesia menggelar LACTOGROW Digestion Expert Lab di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 5–7 Juni 2026, serta di Transmart Makassar pada 26–28 Juni 2026.
Program ini menghadirkan zona edukasi interaktif, pengalaman imersif, dan diskusi bersama tenaga kesehatan. Selain itu, tersedia fitur digital Digestion Poop Check untuk membantu orang tua mengenali kondisi pencernaan anak secara sederhana.
Category Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, Vera Gozali, mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam membantu orang tua memahami kebutuhan gizi anak. “Orang tua kini semakin kritis dalam memilih asupan gizi untuk anak. Kami ingin menghadirkan edukasi yang lebih dekat dengan keseharian mereka, agar pemahaman tentang pencernaan sehat bisa lebih mudah diterapkan,” ujarnya.
Perhatian sehari-hari yang sering luput
Penyanyi sekaligus ibu satu anak, Anggi Marito, juga membagikan pengalamannya dalam memperhatikan kesehatan pencernaan anak. Ia mengaku kini lebih memahami bahwa rewel atau kurang nafsu makan bisa berkaitan dengan sistem pencernaan.
“Sebagai ibu, saya jadi lebih perhatian dengan asupan harian anak, termasuk peran probiotik dalam kesehariannya,” ujarnya.
Pandangan itu sejalan dengan kebutuhan banyak orang tua yang ingin memastikan anak tidak hanya makan cukup, tetapi juga nyaman setelah makan. Ketika pencernaan terjaga, anak cenderung lebih tenang, pola makan lebih baik, dan waktu istirahat pun dapat berlangsung lebih nyaman.
Source: www.suara.com








