Kanker ginjal kerap tidak terdeteksi pada fase awal karena gejalanya bisa muncul sangat terlambat. Kondisi ini membuat deteksi dini menjadi penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, penyakit ginjal kronis, hingga kebiasaan merokok.
Ginjal sendiri memiliki peran vital dalam tubuh, mulai dari menyaring limbah dan racun dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, membantu mengatur tekanan darah, memproduksi hormon pembentuk sel darah merah, hingga mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang. Jika organ ini rusak berat, dampaknya dapat meluas ke penumpukan racun, gangguan tekanan darah, anemia, masalah tulang, bahkan gagal ginjal yang mengancam jiwa.
Risiko kanker ginjal yang perlu diwaspadai
Dokter umum RS Siloam Kelapa Dua, Tangerang, dr. Fristly Nasri, menjelaskan bahwa faktor risiko kanker ginjal perlu dikenali sejak awal agar masyarakat bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat. Ia menyebut obesitas, hipertensi, riwayat keluarga, dan penyakit ginjal kronis sebagai faktor yang patut diperhatikan.
Selain itu, ada pula kelompok yang dinilai lebih perlu waspada, seperti perokok berat, pasien penyakit ginjal kronik, orang dengan kelainan genetik tertentu, serta mereka yang menjalani dialisis jangka panjang. Paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja juga disebut dapat meningkatkan risiko.
Menurut penjelasan yang disampaikan dalam kegiatan edukasi kesehatan, tren kasus kanker ginjal terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup dan naiknya prevalensi obesitas, hipertensi, dan penyakit metabolik lainnya. Di Indonesia, kanker ginjal memang bukan yang paling banyak ditemukan, tetapi kasusnya dilaporkan terus bertambah.
Gejala yang sering muncul saat penyakit sudah berkembang
Salah satu tantangan terbesar kanker ginjal adalah tidak adanya gejala pada stadium awal. Akibatnya, banyak kasus baru diketahui ketika penyakit sudah masuk tahap lanjut.
Gejala yang lebih khas meliputi darah dalam urine atau hematuria, nyeri pinggang yang menetap di salah satu sisi punggung bawah, benjolan di daerah pinggang atau perut, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, demam berulang tanpa infeksi yang jelas, kelelahan berkepanjangan, dan anemia. Meski begitu, dokter mengingatkan bahwa kombinasi gejala klasik berupa darah dalam urine, nyeri pinggang, dan benjolan justru sering muncul pada penyakit yang sudah lebih lanjut.
Banyak kasus stadium awal juga ditemukan tanpa sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan USG atau CT scan untuk keluhan lain. Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin tetap penting meski tubuh belum menunjukkan tanda yang jelas.
Cara deteksi dini yang disarankan
Hingga kini belum ada program skrining rutin khusus kanker ginjal untuk seluruh populasi seperti mamografi pada kanker payudara atau kolonoskopi pada kanker usus. Namun, deteksi dini tetap dapat dilakukan lewat medical checkup rutin yang biasanya mencakup pemeriksaan urine, fungsi ginjal melalui ureum dan kreatinin darah, serta pengukuran tekanan darah.
Untuk melihat tumor atau kanker ginjal secara lebih sensitif, pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan adalah USG ginjal dan saluran kemih, CT scan abdomen, serta MRI pada kondisi tertentu. Pemeriksaan lanjutan ini umumnya dilakukan atas anjuran dokter, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.
Langkah pencegahan yang bisa dilakukan
Pencegahan kanker ginjal tidak hanya bergantung pada pemeriksaan medis, tetapi juga pada kebiasaan hidup sehari-hari. Langkah yang dianjurkan antara lain berhenti merokok, menjaga berat badan tetap sehat, mengontrol tekanan darah, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan tetap aktif secara fisik sesuai kemampuan.
Masyarakat juga disarankan mengikuti seluruh jadwal kontrol dan pemeriksaan lanjutan, khususnya bila sudah memiliki penyakit ginjal kronis atau faktor risiko lain. Upaya ini penting karena kanker ginjal sering berkembang diam-diam sebelum akhirnya menimbulkan keluhan yang lebih berat.
Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, menekankan pentingnya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ginjal. Ia menyebut kegiatan pemeriksaan gratis dan seminar kesehatan bertujuan agar warga memahami faktor risiko kanker ginjal dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Dalam kegiatan yang diikuti ratusan warga itu, masyarakat tidak hanya mendapat edukasi dan konsultasi medis, tetapi juga pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta cek kesehatan umum. Edukasi seperti ini dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang belum mengenali gejala dan faktor risiko kanker ginjal sejak dini.
