Amanda Manopo Datangi Polisi, Dugaan Penggelapan Dana Perusahaannya Diselidiki

Author: Qoo Media

Amanda Manopo mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan bersama suaminya, Kenny Austin, dan kuasa hukumnya, Sandy Arifin, untuk berkonsultasi soal dugaan pemalsuan tanda tangan dan penggelapan dana di perusahaan miliknya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penelusuran awal sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Kehadiran Amanda dan tim kuasa hukum menandai keseriusan pihaknya menanggapi temuan yang berkaitan dengan laporan keuangan perusahaan. Dugaan tersebut masih dalam tahap ditelusuri agar tidak muncul kesimpulan yang keliru di ruang publik.

Konsultasi awal dengan penyidik

Sandy Arifin menjelaskan, kedatangan mereka ke Polres Metro Jakarta Selatan bertujuan untuk meminta arahan penyidik terkait dugaan tindak pidana yang mencakup pemalsuan tanda tangan dan penggelapan uang perusahaan. Ia menyebut pihaknya belum langsung melaporkan kasus tersebut karena masih mengumpulkan data pendukung.

“Hari ini kita datang untuk berkonsultasi kepada pihak penyidik di Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan pidana pemalsuan tanda tangan dan dugaan penggelapan uang perusahaan milik Mbak Amanda,” ujar Sandy Arifin.

Menurut Sandy, konsultasi ini penting agar langkah yang diambil tetap sesuai prosedur. Pihaknya ingin memastikan informasi yang dikantongi cukup kuat sebelum masuk ke tahap pelaporan resmi.

Temuan kontrak yang tidak tercatat

Dugaan ini mencuat setelah tim menemukan adanya sejumlah kontrak yang semestinya masuk dalam laporan keuangan perusahaan, tetapi diduga tidak dilaporkan. Sandy juga menyampaikan bahwa dana dari kontrak tersebut diduga mengalir ke rekening pribadi seseorang.

Temuan itu membuat pihak Amanda memilih berhati-hati dalam menyampaikan informasi ke publik. Sandy menegaskan bahwa penelusuran masih berjalan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran tersebut.

“Sejauh ini kita lagi selidiki siapa yang melakukan itu, sehingga kita masih belum bisa menyampaikan ke publik karena jangan sampai timbul fitnah dan nanti kita juga salah,” katanya.

Menunggu itikad baik dari pihak terkait

Selain menelusuri dokumen dan aliran dana, pihak Amanda masih membuka ruang penyelesaian jika ada pihak yang diduga terlibat mau bertanggung jawab. Sandy menyebut langkah hukum baru akan ditempuh jika tidak ada itikad baik untuk memperbaiki persoalan yang muncul.

Ia menegaskan bahwa Amanda akan mempertimbangkan laporan resmi apabila masalah ini tidak segera diselesaikan secara baik. “Kalau tidak bertanggung jawab, maka kami menyerahkan kepada klien kami untuk segera membuat laporan, maka kita tunggu itikad baiknya,” ujarnya.

Pendekatan itu menunjukkan bahwa tim kuasa hukum masih menempatkan konsultasi dan verifikasi data sebagai prioritas utama. Mereka ingin memastikan perusahaan milik Amanda tetap berjalan sambil menunggu kejelasan dari hasil penelusuran.

Amanda fokus menjaga perusahaan

Di tengah situasi ini, Amanda Manopo disebut tetap fokus menjaga keberlangsungan perusahaan yang dibangunnya. Sikap itu sejalan dengan langkah awal yang ditempuh melalui konsultasi ke penyidik sebelum menentukan apakah kasus ini akan dibawa ke jalur hukum.

Amanda juga mengingatkan pihak yang diduga terlibat agar segera memperbaiki kesalahan sebelum persoalan tersebut berkembang lebih jauh. Hingga kini, pihaknya masih menunggu perkembangan dari penelusuran internal dan kemungkinan tanggung jawab dari pihak terkait.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru