Obesitas Bukan Sekadar Gemuk, Ini Penyakit Serius yang Bisa Picu Jantung dan Kanker

Author: Qoo Media

Obesitas kerap disalahpahami hanya sebagai soal tubuh gemuk atau penampilan. Padahal, kondisi ini adalah penyakit yang bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Obesitas dan risiko penyakit serius

Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi) Prof Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa obesitas tidak bisa dipandang sebagai persoalan body shaping. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Antara dan diberitakan www.beritasatu.com, ia menyebut obesitas sebagai penyakit yang dapat memicu masalah kesehatan yang jauh lebih berat.

“Obesitas bukan lagi soal berat badan yang memengaruhi bentuk badan yang bikin kita malu, enggak gitu, tetapi obesitas adalah penyakit karena dengan obesitas kita bisa kena penyakit jantung bahkan risiko kanker,” ujar Dante.

Menurut Dante, sebagian orang memang memiliki kecenderungan genetik yang membuat berat badan lebih mudah naik. Hal itu dijelaskan melalui human genome project, proyek yang mengevaluasi gen pada populasi dunia, termasuk gen obesitas.

Ia mencontohkan, ada orang yang merasa sudah sedikit makan tetapi tetap gemuk, atau bahkan merasa hanya minum air pun bisa menambah berat badan. Pada kelompok seperti ini, Dante menyebut ada gen obesitas yang ikut berperan.

Penanganan perlu disesuaikan

Dante menjelaskan bahwa obesitas membutuhkan pendekatan khusus agar penanganannya lebih efektif. Perubahan pola makan bisa membantu menurunkan berat badan sekitar 5%, sementara jika disertai olahraga dan gaya hidup sehat, penurunan bisa mencapai 5%-10%.

Dalam kasus tertentu, operasi usus yang mengurangi penyerapan makanan dapat menurunkan berat badan hingga 25%-30%. Namun, masih ada ruang lain yang menurut Dante bisa diisi oleh obat untuk menurunkan berat badan.

Pendekatan Potensi Penurunan Berat Badan Keterangan
Perbaikan pola makan Sekitar 5% Menjadi langkah awal penanganan
Olahraga dan gaya hidup sehat 5%-10% Lebih efektif jika dikombinasikan dengan perubahan makan
Operasi usus 25%-30% Mengurangi penyerapan makanan
Obat khusus Hingga 20% Mengubah proses gen yang sudah terpola melalui epigenetic gene process

Ia menyebut obat khusus dapat memengaruhi proses pembelajaran gen yang sudah terpola dalam tubuh seseorang. Dengan begitu, sifat gen tersebut dapat berubah dan membantu penurunan berat badan hingga 20%.

Peran obat resep dokter

Dante juga menyinggung obat resep dokter seperti tirzepatide, yang memiliki dua efek pada incretin hormone dari sel usus. Hormon itu adalah GIP yang dihasilkan sel K dan GLP-1 yang dihasilkan sel L.

Menurut dia, kadar hormon tersebut dapat ditingkatkan hingga di atas batas normal atau supra-fisiologis. Efeknya membantu menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki profil lipid dan kadar gula darah.

Karena itulah, Dante menegaskan obesitas merupakan penyakit yang harus dikelola dengan baik. Bagi sebagian orang, kondisi ini bukan sekadar urusan bentuk tubuh, melainkan masalah medis yang membutuhkan penanganan sesuai penyebab dan tingkat risikonya.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru