Bawang putih tunggal kerap diburu karena dianggap memiliki senyawa aktif yang lebih pekat dibanding bawang putih biasa. Meski begitu, uji klinis yang ada sejauh ini masih merujuk pada manfaat bawang putih secara umum, bukan keunggulan mutlak versi tunggal.
Karena itu, bawang lanang lebih tepat dipandang sebagai pelengkap pola makan sehat, bukan pengganti obat. Sejumlah manfaatnya memang sering dikaitkan dengan berbagai keluhan, mulai dari sakit gigi hingga kesehatan otak.
Khasiat yang Paling Sering Dikaitkan dengan Bawang Putih Tunggal
1. Meredakan sakit gigi
Secara tradisional, bawang putih tunggal digunakan untuk membantu mengurangi nyeri pada gigi. Kandungan allicin diyakini memiliki sifat antibakteri dan antiseptik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri di rongga mulut.
Beberapa orang mengunyahnya atau menempelkannya pada area yang sakit. Cara ini hanya dapat membantu meredakan gejala sementara dan tidak menggantikan perawatan dokter gigi.
2. Membantu mengontrol gula darah
Sejumlah penelitian menunjukkan senyawa sulfur dalam bawang putih dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa. Beberapa studi juga menemukan konsumsi bawang putih secara rutin berpotensi menurunkan gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2.
Namun, efek tersebut hanya bersifat pendukung. Penderita diabetes tetap perlu berkonsultasi dengan dokter, terutama bila sedang menjalani terapi penurun gula darah.
3. Membantu meredakan gejala asma
Bawang putih memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran napas. Kandungan antioksidannya juga diyakini ikut mendukung kesehatan sistem pernapasan.
Dalam praktik tradisional, bawang putih tunggal sering dicampur madu untuk dikonsumsi. Meski demikian, obat asma dan inhaler tetap menjadi pengobatan utama yang direkomendasikan dokter.
4. Mendukung pemulihan saat flu
Kandungan allicin, selenium, vitamin C, dan senyawa sulfur pada bawang putih berpotensi mendukung fungsi sistem imun. Sejumlah studi bahkan menunjukkan konsumsi rutin dapat membantu mengurangi frekuensi flu dan mempercepat pemulihan.
Manfaat itu tetap perlu diimbangi dengan istirahat cukup, makanan bergizi, dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
5. Membantu menurunkan kolesterol
Salah satu manfaat bawang putih yang paling banyak didukung penelitian adalah kemampuannya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Tinjauan ilmiah yang juga dikutip Mayo Clinic dan Cleveland Clinic menyebut hasilnya cenderung ringan hingga sedang jika dikonsumsi rutin selama beberapa minggu hingga bulan.
Hasil terbaik tetap diperoleh jika disertai pola makan sehat, olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, dan membatasi lemak jenuh.
6. Membantu menurunkan tekanan darah
Penelitian menunjukkan allicin dapat membantu meningkatkan produksi nitric oxide, yang membuat pembuluh darah lebih rileks dan aliran darah menjadi lebih lancar. Efek ini berpotensi membantu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada sebagian penderita hipertensi.
Meski menjanjikan, bawang putih tidak boleh menggantikan obat tekanan darah yang diresepkan dokter.
7. Berpotensi membantu mengurangi gejala ambeien
Dalam pengobatan tradisional, bawang putih tunggal juga dipercaya membantu meredakan keluhan ambeien karena sifat antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasinya. Sebagian orang menggunakannya sebagai campuran jus sayuran atau untuk pemakaian luar.
Bukti ilmiah untuk manfaat ini masih terbatas, sehingga penderita ambeien tetap dianjurkan memperbanyak serat, minum cukup air, dan menggunakan obat sesuai indikasi medis.
8. Berpotensi menjaga kesehatan otak
Penelitian laboratorium menunjukkan antioksidan dan senyawa sulfur pada bawang putih dapat membantu mengurangi stres oksidatif yang berperan dalam penuaan sel otak. Beberapa penelitian awal juga menyoroti potensi bawang putih dalam mengurangi pembentukan beta-amiloid yang dikaitkan dengan penyakit alzheimer.
Namun, bukti pada manusia masih terbatas sehingga bawang putih belum dapat direkomendasikan sebagai terapi untuk mencegah atau mengobati alzheimer.
Aman Dikonsumsi, Tetapi Jangan Berlebihan
Secara umum, bawang putih tunggal aman dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan sehat. Konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan, bau mulut, mulas, hingga meningkatkan risiko perdarahan.
Risiko tersebut perlu lebih diwaspadai oleh orang yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin, sedang menjalani operasi, atau memiliki kondisi medis tertentu. Dalam situasi itu, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum mengonsumsinya rutin atau dalam bentuk suplemen.
