Benjolan yang naik-turun di selangkangan atau perut anak tidak boleh dianggap sepele. Pada banyak kasus, itu bisa menjadi tanda hernia yang tidak akan sembuh sendiri.
Kondisi ini terjadi ketika organ dalam menekan melalui dinding otot yang lemah. Benjolan sering tampak saat anak menangis, batuk, atau mengejan, lalu bisa menghilang saat anak tenang.
Hernia yang sering muncul pada anak
Pada anak, jenis yang paling sering terjadi adalah hernia inguinalis di area lipat paha. Pada anak laki-laki, benjolan dapat turun hingga kantong kemaluan, sedangkan pada anak perempuan bisa tampak di area labia.
Anak juga dapat mengalami hernia umbilikalis, yaitu benjolan di sekitar pusar. Menurut American Academy of Pediatrics, hernia inguinalis pada bayi cukup bulan terjadi sekitar 8 – 50 per 1.000 kelahiran hidup, dengan risiko lebih tinggi pada bayi prematur.
Dokter Spesialis Bedah Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Kozzy, Sp.BA, menjelaskan bahwa hernia pada anak kerap terlihat sebagai benjolan yang hilang-timbul. “Walaupun anak tampak aktif, orang tua sebaiknya memeriksakan kondisi tersebut agar penyebabnya dapat dipastikan,” ujarnya.
Risiko jika dibiarkan
Hernia inguinalis tidak akan sembuh dengan sendirinya. Jika dibiarkan, jaringan atau usus yang keluar dapat terjepit di celah hernia dan mengganggu aliran darah.
Kondisi itu berisiko memicu nyeri hebat, muntah, perut kembung, hingga kerusakan jaringan yang membutuhkan tindakan segera. Karena itu, benjolan yang keras, nyeri, tidak bisa masuk kembali, atau disertai muntah perlu segera diperiksa ke fasilitas kesehatan.
Health.kompas.com juga menuliskan bahwa hernia pada anak sebaiknya dipastikan penyebabnya sejak dini agar penanganannya tidak terlambat. Pemeriksaan dokter menjadi penting, terutama jika benjolan terus muncul berulang.
Penanganan yang umumnya dilakukan
Penanganan hernia inguinalis pada anak dilakukan berdasarkan pemeriksaan dokter, dengan mempertimbangkan usia anak, ukuran benjolan, gejala, dan komplikasi. Berbeda dengan hernia umbilikalis, hernia inguinalis umumnya memerlukan operasi.
Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah herniotomy, yaitu tindakan untuk mengembalikan jaringan ke posisi semestinya lalu menutup celah hernia agar tidak muncul kembali. Pada kasus tertentu, prosedur ini dapat dilakukan dengan pendekatan laparoskopi menggunakan sayatan kecil dan bantuan kamera.
Menurut dr. Kozzy, pendekatan laparoskopi bisa menjadi pilihan pada kasus tertentu, tetapi setiap anak tetap perlu dinilai secara individual agar tindakan sesuai dengan kondisinya. Di Bethsaida Hospital Gading Serpong, pemeriksaan dan penanganan hernia inguinalis pada anak dapat dilakukan oleh Dokter Spesialis Bedah Anak untuk memastikan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat.
Dengan mengenali benjolan sejak awal, orang tua dapat lebih cepat membedakan mana yang perlu dipantau dan mana yang membutuhkan evaluasi medis segera. Pada hernia inguinalis, penundaan justru dapat membuat risiko komplikasi semakin besar.







