Akademi Persib Menang Telak di Final U-18, Bangkit Setelah Kalah di Fase Grup

Akademi Persib menutup Hydroplus Soccer League (HPSL) All-Star 2025-2026 dengan cara yang meyakinkan. Tim asal Bandung itu merebut gelar juara kategori U-18 setelah menghajar Putri Garut 5-0 di partai final pada laga yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/7).

Kemenangan besar itu terasa menonjol karena perjalanan Akademi Persib tidak mulus sejak awal. Mereka sempat kalah dari Arema Women FC pada fase grup, namun hasil tersebut justru menjadi titik balik yang mengantar mereka melaju sampai puncak turnamen.

Dominasi di Final

Di laga penentuan, Akademi Persib tampil efektif dengan memanfaatkan celah di lini belakang Putri Garut. Lawan berulang kali gagal menerapkan jebakan offside, dan situasi itu langsung dimaksimalkan oleh tim Bandung.

Sucy Kanya Sholehah menjadi bintang kemenangan lewat hattrick, sementara dua gol lainnya dicetak Nasywa Salsabila Fatah dan Zahra Nafisa Dwi Agustin. Hasil itu membuat Akademi Persib menutup final tanpa kebobolan.

TimSkorPencetak Gol
Akademi Persib U-185Sucy Kanya Sholehah, Nasywa Salsabila Fatah, Zahra Nafisa Dwi Agustin
Putri Garut0

Kebangkitan dari Kekalahan Awal

Pelatih Akademi Persib, Dian Nadia Mutiara, menilai kemenangan ini lahir dari kemampuan anak asuhnya belajar cepat dari kesalahan. Ia menyebut padatnya jadwal pertandingan membuat turnamen berjalan berat dan nyaris tanpa jeda istirahat.

“Anak-anak belajar sangat cepat dari kesalahan. Setelah kalah di fase grup, saya minta mereka memperkuat mental karena turnamen ini sangat berat. Jadwal pertandingan rapat, hampir tidak ada waktu istirahat,” kata Dian Nadia Mutiara.

Ia juga menjelaskan bahwa recovery yang terbatas diatasi dengan pemulihan fisik dan diskusi internal mengenai kekurangan di lapangan. Menurut Dian, cara itu membantu tim menjaga fokus sampai mencapai partai final.

Kompetisi Delapan Bulan Jadi Fondasi

Dian menilai keberhasilan ini tidak lahir secara instan. Kompetisi berjenjang yang berlangsung selama delapan bulan dari fase regional hingga nasional menjadi fondasi penting dalam perkembangan pemain-pemain muda Akademi Persib.

Menurutnya, liga yang digelar rutin memaksa seluruh elemen tim ikut berkembang. Pelatih harus terus beradaptasi menyusun strategi, sedangkan pemain dituntut menjaga konsistensi latihan agar tetap mendapat tempat di tim.

“Kompetisi ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan pemain. Setiap dua minggu mereka bertanding, lalu satu minggu digunakan untuk evaluasi dan latihan menghadapi lawan berikutnya. Proses itu membuat kemampuan mereka meningkat terus,” ujar Dian.

Penghargaan U-18PenerimaKeterangan
Pencetak gol terbanyakSucy Kanya Sholehah3 gol
Pencetak gol terbanyakZahra Nafisa Dwi Agustin3 gol
Pemain terbaikOedaija SharinahArema FC Women U-18
Kiper terbaikGadhiza AsnanzaAkademi Persib U-18

Hasil di Kategori U-15

Di kategori U-15, gelar juara diraih Goal Aksis Bandung. Penghargaan pemain terbaik jatuh kepada Ayla Dva Khala Ahisma dari Cipta Cendikia Football Academy atau CCFA, yang menjadi runner-up turnamen.

Nafeeza Nori dari Mojang Priangan menjadi pencetak gol terbanyak U-15 dengan 4 gol, sementara gelar kiper terbaik U-15 diraih Elbian Aryasatya dari Goal Aksis. Dengan hasil itu, dua kategori utama turnamen masing-masing melahirkan juara dan penghargaan individu yang berbeda di level usia muda.

Source: mediaindonesia.com
Terkait