Banyak orang mengira gangguan lambung hanya dipicu makanan pedas atau asam. Padahal, kebiasaan makan sehari-hari yang terlihat sepele juga bisa ikut mengganggu proses pencernaan.
Menurut dr. Duong Thi Phuong, dokter spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, lambung punya hubungan erat dengan sistem saraf. Karena itu, stres, emosi, dan perilaku makan dapat memengaruhi kerja pencernaan secara langsung.
1. Makan Terlalu Cepat atau Terdistraksi
Makan terburu-buru atau sambil terdistraksi bisa memberi tekanan ekstra pada lambung. Kebiasaan ini juga dapat mengganggu proses pencernaan karena tubuh tidak punya cukup waktu untuk merespons makanan dengan baik.
dr Phuong menyarankan setiap suapan dikunyah 20 hingga 50 kali sebelum ditelan. Ia juga menyebut waktu makan ideal berkisar 20-30 menit agar tubuh sempat mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.
2. Makan Terlalu Malam dan Langsung Tidur
Kebiasaan makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membebani kerja lambung. Proses pencernaan sendiri membutuhkan waktu sekitar dua hingga lebih dari enam jam, tergantung jenis makanan yang dikonsumsi.
Jika langsung berbaring setelah makan, lambung belum selesai mengosongkan isinya sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Kondisi ini meningkatkan risiko refluks asam dan bisa mengganggu kualitas tidur.
| Kebiasaan | Dampak ke Lambung | Saran |
|---|---|---|
| Makan terlalu cepat atau terdistraksi | Pencernaan terganggu, lambung bekerja lebih keras | Kunyah 20-50 kali, luangkan 20-30 menit saat makan |
| Makan terlalu malam dan langsung tidur | Asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan | Beri jeda sebelum berbaring |
| Minum terlalu banyak saat makan | Asam lambung bisa menjadi lebih encer, pencernaan kurang efisien | Batasi total cairan saat makan |
3. Minum Terlalu Banyak
Banyak orang mengira semakin banyak minum saat makan akan membantu pencernaan. Padahal, cairan dalam jumlah berlebihan justru dapat mengencerkan asam lambung sehingga proses mencerna makanan menjadi kurang efisien.
Selain itu, lambung harus bekerja ekstra untuk mencampur makanan dan cairan dalam jumlah besar sekaligus. Dokter menyarankan total cairan saat makan, termasuk sup, tidak lebih dari 200 mililiter, sementara jumlah ideal berkisar 50-100 mililiter.
Tiga kebiasaan ini sering dianggap biasa, tetapi dampaknya bisa terasa pada kerja lambung jika dilakukan terus-menerus. Karena itu, cara makan yang lebih teratur dan tidak tergesa bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu pencernaan tetap nyaman.







