Minuman botol yang sudah dibuka sering dianggap masih aman diminum nanti, padahal risikonya bisa berubah cepat. Jika penyimpanan tidak tepat, bakteri dapat berkembang dan kualitas minuman ikut turun.
Menurut pakar teknologi pangan sekaligus Ketua Umum Pergizi Pangan, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S., batas aman minuman botol yang telah dibuka sebenarnya tidak panjang. Untuk air putih dan teh, minuman masih bisa bertahan sekitar 2 hari jika disimpan di kulkas.
Batas Aman Setelah Botol Dibuka
Prof. Hardinsyah menjelaskan kepada detikcom bahwa minuman botol yang sudah dibuka sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 2 hari. Ia memberi contoh teh dalam botol yang menurutnya paling maksimum bertahan 2 hari di kulkas.
Untuk susu, aturannya lebih ketat karena sebaiknya dihabiskan dalam 24 jam. “Tapi kalau susu tetap sebaiknya hari itu juga, kalau air putih, teh, masih bisa bertahan 2 hari lah,” ujarnya.
Minuman yang Lebih Rentan Terkontaminasi
Risiko kontaminasi meningkat ketika minuman diminum langsung dari botol. Bakteri dari mulut dapat berpindah ke dalam minuman, sehingga sisa isi botol lebih mudah terpapar.
Prof. Hardinsyah menekankan bahwa penggunaan sedotan bisa membantu menekan risiko, asalkan sedotannya dibuang setelah dipakai. Jika sisa minuman segera disimpan di kulkas, peluang kontaminasi juga bisa lebih rendah.
Jus, Susu, dan Minuman Bersantan Lebih Cepat Turun Kualitas
Jus dan susu disebut sebagai dua jenis minuman yang paling rentan mengalami kontaminasi. Minuman yang mengandung santan juga cepat menurun kualitasnya setelah kemasan dibuka.
Selain rasa yang berubah, kandungan nutrisi juga dapat ikut terpengaruh meski dalam jumlah kecil. Jika disimpan di suhu ruangan tanpa pendingin, vitamin seperti vitamin B bisa menurun.
| Jenis Minuman | Batas Aman Setelah Dibuka | Keterangan |
|---|---|---|
| Air putih | Hingga 2 hari | Lebih aman jika disimpan di kulkas |
| Teh | Hingga 2 hari | Prof. Hardinsyah menyebut maksimum 2 hari di kulkas |
| Susu | 24 jam | Sebaiknya dihabiskan pada hari yang sama |
Bagaimana Aturan BPOM
Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM tidak menyebut batas aman minuman botol secara spesifik setelah dibuka. Namun, lewat Pedoman Label Pangan Olahan, produsen wajib mencantumkan cara penyimpanan dan batas waktu keamanan produk setelah kemasan dibuka.
Ketentuan itu dibuat agar konsumen tahu masa simpan pangan, termasuk minuman, yang tidak habis dalam sekali konsumsi. Untuk susu pasteurisasi, misalnya, produk harus disimpan pada suhu 0-4 derajat celsius dan sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 4 hari setelah dibuka.
Selain kondisi setelah kemasan dibuka, tanggal kedaluwarsa tetap harus diperhatikan. Jika minuman botol dikonsumsi melewati masa kedaluwarsa, risikonya bisa berupa keracunan makanan yang memicu gangguan pencernaan.







