Rodri kembali jadi pusat perhatian setelah membawa Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Prancis 2-0 di Dallas Stadium. Di laga itu, ketenangannya di lini tengah membuat jalur permainan Les Bleus tertutup rapat.
Hasil tersebut bukan hanya soal kemenangan tim, tetapi juga soal perjalanan seorang gelandang yang sempat dihantam cedera lutut serius. Bangkitnya Rodri memberi konteks lain pada performa Spanyol yang kini tinggal selangkah lagi dari gelar dunia.
Kontrol Tengah yang Mengunci Prancis
Spanyol tampil efektif dalam meredam kuartet depan Prancis yang berisi Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola. Rodri menjadi figur penting di area tengah karena mampu menjaga ritme sekaligus menutup jalur utama serangan lawan.
Penampilannya di laga semifinal itu kembali menegaskan peran sentral Rodri bagi La Roja. Di momen besar seperti ini, pengaruhnya terasa bukan hanya saat menguasai bola, tetapi juga ketika mematahkan aliran permainan lawan.
Cedera Horor yang Mengubah Jalan Karier
Perjalanan Rodri menuju panggung final tidak lepas dari cedera lutut serius yang dialaminya pada 22 September 2024 saat Manchester City bermain imbang 2-2 melawan Arsenal. Diagnosisnya adalah robekan Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan kerusakan meniskus, yang membuatnya harus menepi sepanjang sisa musim 2024-2025.
Cedera itu datang tepat setelah Rodri meraih Ballon d’Or 2024. Penghargaan tersebut menempatkannya di jajaran elite sepak bola dunia, sejajar dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
| Fakta Utama | Detail |
|---|---|
| Tanggal cedera | 22 September 2024 |
| Laga saat cedera | Manchester City vs Arsenal, skor 2-2 |
| Diagnosis | Robekan ACL dan kerusakan meniskus |
| Dampak | Absen sepanjang sisa musim 2024-2025 |
Kemenangan Ballon d’Or itu sendiri didorong performa Rodri pada musim 2023-2024. Ia membantu Manchester City menjuarai Liga Inggris dan Piala Dunia Antarklub, sekaligus menjadi bagian penting keberhasilan Spanyol di Euro 2024.
Pemulihan Panjang dan Risiko Cedera Ulang
Pep Guardiola menyebut pemulihan Rodri memakan waktu antara 10 hingga 12 bulan. Ia juga mengatakan cedera tersebut sangat panjang, menggarisbawahi betapa beratnya proses yang harus dijalani sang gelandang, seperti dikutip The Athletic pada Rabu (15/7/2026).
Secara medis, kondisi ACL dan meniskus memang bukan cedera ringan. Meniskus berfungsi sebagai peredam kejut antara tulang kering dan tulang paha, sedangkan ACL adalah salah satu ligamen utama lutut yang membantu stabilitas sendi.
Dalam kasus terburuk, robekan ACL disertai sobekan pada meniskus medial dan meniskus lateral bisa masuk dalam kategori yang dikenal sebagai the terrible triad atau cedera yang mengerikan. Kombinasi ini menjelaskan mengapa proses pemulihan Rodri begitu panjang dan penuh perhatian.
Rodri ditangani oleh ahli bedah Spanyol dr Manuel Leyes, sosok yang dikenal menjadi andalan Real Madrid untuk menangani cedera ACL. Pendekatan operasinya melibatkan pembuatan terowongan di tulang femur dan tibia untuk memasukkan tendon baru, serta pengambilan sepertiga bagian tengah tendon patella.
dr Leyes juga memasukkan penguat sendi tambahan dengan tendon lain untuk mengontrol rotasi lutut dan menurunkan risiko robekan ACL berulang. Detail itu menunjukkan bahwa jalan kembali ke level tertinggi bukan sekadar soal waktu, tetapi juga soal ketelitian pemulihan yang sangat rumit.
Di tengah semua riwayat cedera itu, Rodri tetap mampu kembali ke titik penting bersama Spanyol. Final Piala Dunia 2026 kini menjadi panggung terbesar untuk menilai seberapa jauh proses bangkitnya benar-benar membawanya kembali ke level terbaik.
