Sundulan bola kerap dianggap berisiko bagi kepala, tetapi tidak semua kontak kepala langsung berarti bahaya besar bagi otak. Pada pemain yang punya teknik tepat, risiko cedera disebut sangat kecil.
Dalam sepak bola level elit, duel udara memang jadi bagian penting permainan dan latihan sundulan bisa dilakukan berkali-kali dalam satu sesi. Pertanyaannya, apakah kebiasaan itu aman bagi kesehatan otak?
Teknik Jadi Penentu Utama
Dokter spesialis bedah saraf, dr Victorio, SpBS dari Lamina Hospital, mengatakan risiko cedera pada otak tetap ada saat aktivitas menyundul bola dilakukan. Namun, menurut dia, risikonya sangat kecil jika dilakukan dengan teknik yang benar.
dr Rio, yang pernah berbincang dengan salah satu atlet sepakbola profesional, menyebut pemain berpengalaman biasanya sudah tidak lagi merasakan sakit saat menyundul bola. Menurut dia, latihan yang sering membuat mereka terbiasa mengatur kecepatan sundulan, baik sedang maupun tinggi, tanpa memunculkan nyeri.
Amatir Lebih Rentan Cedera
Risiko pada kepala atau otak akan lebih besar jika sundulan dilakukan oleh pemain amatir atau orang yang belum memahami cara menyundul dengan aman. Di titik ini, teknik menjadi pembeda antara kontak yang terkendali dan benturan yang berpotensi bermasalah.
dr Rio juga menjelaskan bahwa bagian kepala yang paling lemah ada di belakang. Hal itu berkaitan dengan struktur tulang kepala bagian belakang yang disebut paling sedikit.
Sebaliknya, bagian depan kepala disebut paling kuat sehingga sundulan bola tidak menjadi masalah bila dilakukan dengan benar. Karena itu, kebiasaan menyundul bola berkali-kali tidak otomatis berbahaya, selama teknik, kontrol, dan kebiasaan latihan sudah terbentuk dengan baik.







