Tracking Kalori di Aplikasi atau Smartwatch, Benarkah Efektif Turunkan BB?

Author: Qoo Media

Menghitung kalori lewat aplikasi di ponsel atau smartwatch kini jadi kebiasaan banyak orang saat mencoba menurunkan berat badan. Tapi menurut spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, alat itu bukan penentu utama hasil akhir.

dr Yaze menegaskan bahwa tracking kalori pada dasarnya hanya berfungsi sebagai alat bantu agar seseorang lebih sadar terhadap pola makan yang dijalani. Karena itu, angka yang muncul tidak perlu diperlakukan terlalu mutlak.

Tracking kalori hanya alat bantu

Dalam penjelasannya, dr Yaze mengatakan orang yang ingin melakukan tracking kalori cukup mencatat makanan yang dikonsumsi secara konsisten. Menurutnya, yang penting adalah kebiasaan mencatat dan memahami pola makan, bukan mengejar angka yang benar-benar presisi.

“Tracking calorie itu sebenarnya cuma alat bantu supaya kita lebih sadar sama pola makan,” kata dr Yaze.

Ia juga mengingatkan bahwa baik aplikasi maupun smartwatch sama-sama hanya memberi perkiraan. Karena itu, pengguna tidak perlu stres jika angka yang tampil tidak persis sama dengan kondisi sebenarnya.

“Kalau mau tracking, cukup catat makananmu secara konsisten. Nggak perlu stres kalau angkanya nggak persis sama,” ujarnya.

Kualitas makanan tetap lebih penting

Selain jumlah kalori, dr Yaze meminta orang memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Ia mencontohkan, makanan dengan kalori yang sama belum tentu punya kandungan gizi dan efek kenyang yang sama.

Menurutnya, 300 kalori dari ayam dan sayuran berbeda dengan 300 kalori dari donat cokelat. Kalorinya memang sama, tetapi kandungan gizi dan rasa kenyangnya tidak setara.

Contoh Makanan Kalori Catatan
Ayam dan sayuran 300 kalori Gizi dan rasa kenyang lebih baik
Donat cokelat 300 kalori Kandungan gizi dan rasa kenyang berbeda

Turun BB ditentukan kebiasaan, bukan aplikasinya

dr Yaze menekankan bahwa keberhasilan menurunkan berat badan tidak ditentukan oleh aplikasi atau perangkat yang dipakai untuk menghitung kalori. Faktor yang paling menentukan justru kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

“Jadi yang bikin berat badan turun bukan aplikasinya, tapi kebiasaan sehat yang selalu dilakukan setiap hari,” pungkasnya.

Dengan begitu, aplikasi dan smartwatch bisa membantu memberi gambaran, tetapi hasilnya tetap bergantung pada disiplin menjaga pola makan dan kebiasaan sehat. Fokus utama tetap ada pada apa yang dikonsumsi dan seberapa konsisten pola itu dijalankan.

Terbaru