Melasma Sering Kambuh di Kulit Tropis, Ini Alasan dan Cara Mengendalikannya

Author: Qoo Media

Bercak kecokelatan di pipi, dahi, hidung, atau area atas bibir dapat menjadi melasma, kondisi hiperpigmentasi yang kerap sulit memudar dan mudah berulang. Di Indonesia, risiko ini lebih tinggi karena paparan sinar matahari berlangsung sepanjang tahun dan banyak penduduk memiliki fototipe kulit Fitzpatrick IV–V.

Melasma bukan kondisi berbahaya, tetapi dampaknya dapat meluas ke rasa percaya diri dan kualitas hidup. Sebagian penderita merasa risih, malu, lelah menutupi noda dengan riasan, hingga tidak yakin memilih perawatan yang tepat.

Perempuan Usia Reproduktif Paling Rentan

Kondisi ini paling sering muncul pada usia 20–30 tahun dan banyak dialami perempuan pada akhir usia 20-an hingga awal 40-an. Lebih dari 90% penderita melasma adalah perempuan, terutama pada masa reproduktif ketika perubahan hormon lebih aktif terjadi.

Data global terhadap 41.283 pasien menunjukkan 93% pasien melasma adalah perempuan. Setelah menopause, kemunculan melasma cenderung menurun secara signifikan.

Kelompok atau Wilayah Data Melasma Konteks
Populasi dunia 1–10% Prevalensi berbeda menurut kondisi geografis
Asia Tenggara 0,5% Angka prevalensi yang dilaporkan di kawasan ini
Pekerja sawah di India dan Pakistan 41–46% Wilayah dengan paparan matahari tinggi
Pasien melasma global 93% perempuan Studi terhadap 41.283 pasien

Paparan matahari menjadi pemicu utama karena sinar ultraviolet dapat merangsang pembentukan melanin, pigmen pemberi warna pada kulit. Cahaya tampak, terutama blue light, juga disebut dapat meningkatkan produksi melanin dan risiko kekambuhan.

Selain sinar matahari, perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat memicu atau memperburuk melasma. Kondisi ini kerap muncul saat kehamilan, sementara riwayat keluarga serta karakteristik etnis tertentu juga dapat meningkatkan kerentanan seseorang.

Bukan Semua Flek Gelap Adalah Melasma

Warna kulit yang menggelap di wajah tidak selalu berarti melasma, sebab penyebab noda dapat berbeda-beda. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter diperlukan sebelum seseorang menentukan langkah terapi.

Dokter spesialis kulit dr. Stanley Setiawan menekankan pentingnya diagnosis sebelum perawatan dilakukan. “Tidak semua noda gelap di wajah adalah melasma. Karena penyebabnya bisa berbeda, pemeriksaan oleh dokter penting agar pasien mendapatkan terapi yang sesuai,” jelasnya.

Pengobatan mandiri tanpa pemahaman yang memadai juga berisiko merusak skin barrier dan memperburuk kondisi kulit. Peradangan, stres oksidatif, perubahan pembuluh darah, serta perubahan struktur kulit akibat paparan matahari kronis dapat membuat produksi melanin terus bertahan.

Itulah sebabnya melasma dapat sulit hilang meski bercaknya sempat tampak memudar. Tanpa perlindungan dari pemicu, noda gelap dapat muncul kembali pada area wajah yang sering terkena cahaya.

Perlindungan Matahari Menjadi Dasar Perawatan

Penggunaan tabir surya setiap hari menjadi bagian penting dalam mengendalikan melasma. Perlindungan spektrum luas dengan SPF tinggi membantu melindungi kulit dari paparan yang dapat memperburuk hiperpigmentasi.

Menurut dr. Ratna Yuliarviana, keberhasilan terapi membutuhkan kesabaran dan konsistensi. “Melasma memang bisa dikendalikan, tetapi membutuhkan kesabaran dan konsistensi,” ungkapnya.

Pendekatan perawatan di klinik dapat mencakup terapi depigmentasi maupun redermalisasi untuk membantu memperbaiki kualitas kulit. Dalam praktik yang dijelaskan para dokter, redermalisasi menggunakan hyaluronic acid dan succinic acid dapat dikombinasikan dengan growth factors untuk mendukung regenerasi sel dan pemulihan kulit.

Hyaluronic acid dan succinic acid digunakan dalam pendekatan skin booster untuk membantu hidrasi serta perbaikan tampilan hiperpigmentasi. Sementara itu, growth factors dalam serum dapat mendukung regenerasi seluler, membantu mengurangi proses inflamasi, dan mempercepat pemulihan kulit.

Perawatan klinis tidak menggantikan kebutuhan perlindungan harian dari matahari. Kombinasi diagnosis yang tepat, terapi sesuai kondisi kulit, dan penggunaan tabir surya secara konsisten menjadi langkah utama untuk menekan risiko kekambuhan melasma.

lifestyle.bisnis.com mencatat bahwa melasma dapat dikendalikan melalui komitmen perawatan yang berkelanjutan, bukan solusi instan. Saat noda gelap menetap atau semakin luas, pemeriksaan dokter dapat membantu membedakan melasma dari masalah kulit lain dan menentukan penanganan yang lebih sesuai.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terbaru