Wafatnya dr M Zulfikar Drakel, MRes, saat menjalani Program Internship Dokter Indonesia kembali memicu perhatian terhadap perlindungan dokter muda. Peristiwa ini menambah daftar tenaga medis muda yang meninggal dunia sepanjang 2026.
Dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut meninggal pada 21 Juli 2026 ketika bertugas di RSUD Sukadana, Lampung Timur. Ia merupakan peserta Program Internship Dokter Indonesia angkatan Februari 2026.
Seruan agar dokter muda tidak dibiarkan sendiri
Asosiasi PIDI-PIDGI menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para sejawat tenaga kesehatan di berbagai daerah Indonesia. Dalam pernyataannya, asosiasi juga menulis, “Berapa banyak nyawa lagi sampai dianggap cukup?”
Pesan tersebut menyoroti kekhawatiran yang lebih luas mengenai kondisi dokter muda selama menjalani masa pengabdian. Berbagai pihak menilai keselamatan kerja, dukungan kesehatan mental, dan pendampingan perlu menjadi perhatian serius dalam sistem pembinaan dokter.
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal SDM Kesehatan turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian dr M Zulfikar Drakel. Kemenkes menyebut almarhum sebagai salah satu talenta muda terbaik bangsa yang sedang menunaikan tugas pengabdian negara.
Dalam pernyataannya, Kemenkes mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kementerian juga menyampaikan harapan agar keluarga besar yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
FKUI tekankan lingkungan kerja yang aman
FKUI menyatakan kepergian seorang dokter muda menjadi kehilangan yang sangat berarti. Fakultas itu menekankan bahwa dokter tetap manusia yang memiliki batas, membutuhkan dukungan, dan berhak berada di lingkungan kerja yang aman, sehat, serta bermartabat.
Program internship memang berada di luar tata kelola langsung universitas. Namun, FKUI menyebut almamater tetap mempunyai tanggung jawab moral untuk mengingatkan pentingnya pendampingan bagi dokter muda.
Menurut FKUI, komunikasi terbuka, pendampingan nyata, pembagian beban kerja yang wajar, serta budaya kerja saling menghormati tidak boleh diabaikan. Institusi itu juga mengingatkan bahwa kelelahan, tekanan, dan rasa sendiri tidak seharusnya dianggap lumrah dalam perjalanan menjadi dokter.
“Ketangguhan profesional tidak dibangun dengan mengabaikan kemanusiaan, melainkan dengan sistem yang mampu mendengar, melindungi, dan hadir ketika seseorang membutuhkan pertolongan,” tulis FKUI. Fakultas tersebut mengajak semua pihak untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab wafatnya almarhum dan menghormati proses yang berlangsung.
Daftar dokter muda yang meninggal sepanjang 2026
Data yang dihimpun komunitas dokter internship menunjukkan sejumlah dokter muda telah meninggal dalam beberapa bulan sepanjang 2026. Berikut daftar nama dan periode wafat yang disebutkan dalam data tersebut.
| Bulan | Nama Dokter | Keterangan |
|---|---|---|
| Februari 2026 | dr Kartika Ayu Permatasari | Dokter internship RS Bina Bakti Husada, Rembang, Jawa Tengah |
| Maret 2026 | dr Edgar Bezaliel Hartanto; dr Andito Muhammad Wibisono | Disebut dalam data komunitas dokter internship |
| Mei 2026 | dr Myta Aprilia Azmy | Disebut dalam data komunitas dokter internship |
| Juni 2026 | dr Eliza Princila Utami Pakaenani | Disebut dalam data komunitas dokter internship |
| Juli 2026 | dr Adrian Rantung; dr Alex Cristo Loris; dr Muhammad Zulfikar Drakel | Disebut dalam data komunitas dokter internship |
Informasi mengenai wafatnya sejumlah dokter muda ini dihimpun health.detik.com dari komunitas dokter internship. Penyebab kematian tiap dokter disebut berbeda dan belum seluruhnya diumumkan secara resmi.
Karena itu, rentetan peristiwa tersebut dinilai perlu menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Fokusnya mencakup keselamatan kerja, kesehatan fisik dan mental, serta sistem pendampingan bagi dokter yang menjalani masa internship.
FKUI menegaskan tidak ada pelayanan bermutu tanpa tenaga kesehatan yang dijaga. Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan kedokteran yang unggul harus tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai dasar.
