Pasien Skizofrenia Rentan Obesitas dan Diabetes, Studi Temukan Jalan Perbaikan

Author: Qoo Media

Perawatan skizofrenia tidak cukup hanya berfokus pada pengendalian gejala kejiwaan. Risiko obesitas, prediabetes, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit kardiovaskular juga perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kualitas hidup serta harapan hidup pasien.

Sebuah uji klinis acak yang dimuat dalam JAMA Psychiatry menunjukkan perbaikan berat badan dan kadar gula darah dapat dicapai pada pasien yang menggunakan antipsikotik. Dalam populasi penelitian tersebut, perbaikan metabolik tidak disertai perburukan gejala skizofrenia selama masa pemantauan.

Risiko fisik yang kerap menyertai skizofrenia

Pasien skizofrenia diketahui memiliki harapan hidup lebih rendah dibandingkan populasi umum, salah satunya akibat tingginya gangguan metabolik dan kardiovaskular. Kondisi ini dapat dipengaruhi gaya hidup, perubahan metabolisme, serta penggunaan beberapa antipsikotik generasi kedua.

Kenaikan berat badan selama terapi antipsikotik menjadi tantangan penting dalam perawatan jangka panjang. Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan gula darah dan penyakit jantung, sekaligus menambah kompleksitas penanganan klinis pasien.

Karena itu, pemantauan berat badan, tekanan darah, gula darah, dan profil lipid semakin dipandang sebagai bagian penting dari evaluasi rutin. Pendekatan ini membantu tenaga kesehatan mendeteksi faktor risiko sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.

Hasil uji semaglutide selama 30 minggu

Studi bertajuk Semaglutide Treatment of Antipsychotic-Treated Patients With Schizophrenia, Prediabetes, and Obesity: The HISTORI Randomized Clinical Trial melibatkan 154 peserta berusia 18 hingga 60 tahun. Seluruh peserta didiagnosis skizofrenia atau gangguan terkait, sedang memakai antipsikotik generasi kedua, serta mengalami prediabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan.

Peserta dibagi secara acak untuk menerima semaglutide dosis 1 miligram atau plasebo selama 30 minggu. Terapi antipsikotik yang telah dijalani tetap dilanjutkan selama penelitian berlangsung.

Parameter Kelompok Semaglutide Hasil Dibanding Plasebo
Penurunan berat badan rata-rata 9,21 kilogram Penurunan lebih besar
Perubahan HbA1c Turun 0,46 persen Pengendalian gula darah membaik
HbA1c normal di bawah 5,7 persen 81 persen peserta 19 persen pada plasebo
Profil lipid HDL meningkat, trigliserida menurun Terjadi perbaikan

Selain penurunan berat badan, kelompok yang menerima semaglutide juga mencatat perbaikan kadar HbA1c. Sebanyak 81 persen peserta terapi mencapai HbA1c normal di bawah 5,7 persen, sementara pada kelompok plasebo angkanya 19 persen.

Peneliti turut melaporkan peningkatan kolesterol HDL dan penurunan trigliserida pada kelompok terapi. Kualitas hidup fisik peserta juga mengalami peningkatan selama periode penelitian.

Tidak ditujukan untuk mengobati skizofrenia

Temuan ini tidak berarti semaglutide merupakan pengobatan untuk skizofrenia. Intervensi tersebut dievaluasi untuk memperbaiki kondisi metabolik pada pasien yang tetap menjalani terapi antipsikotik.

Aspek keamanan mental menjadi perhatian penting karena perubahan terapi fisik dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas pasien. Namun, peneliti tidak menemukan perburukan gejala skizofrenia maupun penurunan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan mental selama studi.

Menurut laporan lifestyle.bisnis.com, hasil tersebut memperkuat kebutuhan akan layanan yang menggabungkan kesehatan mental dan kesehatan fisik. Pasien dapat memerlukan keterlibatan psikiater, dokter penyakit dalam atau endokrinolog, ahli gizi, perawat, psikolog, serta tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan klinis.

Pendekatan lintas disiplin memungkinkan gangguan metabolik dikenali dan ditangani lebih dini. Hal ini penting agar pasien tidak hanya memperoleh pengendalian gejala kejiwaan, tetapi juga pemantauan risiko penyakit kronis jangka panjang.

Di Indonesia, semaglutide dipasarkan oleh Novo Nordisk melalui Ozempic untuk diabetes melitus tipe 2 dan Wegovy untuk manajemen berat badan sesuai indikasi yang disetujui. Keduanya merupakan obat resep yang penggunaannya memerlukan penilaian serta pengawasan dokter.

Studi ini berlangsung selama 30 minggu dan dilakukan pada kelompok pasien yang spesifik, sehingga manfaat serta keamanannya dalam jangka panjang masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Meski demikian, penelitian tersebut menegaskan bahwa pengelolaan kesehatan metabolik merupakan bagian penting dari perawatan skizofrenia yang lebih menyeluruh.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terbaru