Diet Viking ala Erling Haaland menarik perhatian karena mengandalkan makanan utuh, protein tinggi, serta pola makan yang disesuaikan dengan aktivitas fisik berat. Namun, pola makan atlet elite ini tidak bisa langsung ditiru, terutama karena konsumsi jeroan dan daging merah dalam jumlah besar memiliki risiko bagi sebagian orang.
Haaland dilaporkan mengonsumsi sekitar 6.000 kalori per hari yang dibagi menjadi enam kali makan. Angka tersebut mencerminkan kebutuhan energi pemain sepak bola profesional dengan aktivitas dan pengeluaran energi yang sangat tinggi.
Istilah Diet Viking merujuk pada pola makan yang mirip versi diet paleo, dengan penekanan pada bahan makanan utuh dan minim proses pengolahan. Produk olahan menjadi jenis makanan yang dihindari dalam pendekatan ini.
Ciri yang paling menonjol adalah prinsip makan “hidung hingga ekor”, yakni memanfaatkan bukan hanya daging otot, tetapi juga bagian seperti hati, jantung, dan sumsum tulang. lifestyle.bisnis.com melaporkan Haaland secara teratur mendapatkan hati serta jantung sapi langsung dari peternakan dan juga menyukai sumsum tulang.
Pola Makan Harian yang Dilaporkan
Porsi makan Haaland memadukan protein hewani, karbohidrat, sayuran, dan sejumlah pemanis alami. Roti sourdough, kentang, nasi, telur, ikan, serta daging merah menjadi bagian dari menu yang disebutkan.
| Waktu Makan | Menu Utama | Pelengkap |
|---|---|---|
| Sarapan | Roti sourdough dan telur | Kopi dengan susu dan sirup maple |
| Makan siang | Ikan atau jeroan sapi seperti hati dan jantung | Nasi goreng telur dan asparagus |
| Makan malam | Lebih dari 1 kilogram daging merah berlemak | Kentang, salad, dan susu |
Pada sarapan, Haaland disebut memulai hari dengan roti sourdough dan telur. Minumannya berupa kopi yang dicampur susu serta sirup maple, sebagaimana dilaporkan Korean Times.
Menu makan siangnya dapat berisi ikan, nasi goreng telur, dan sayuran seperti asparagus. Pada waktu lain, ia juga mengonsumsi jeroan sapi, termasuk hati dan jantung.
Makan malamnya menjadi bagian yang paling ekstrem bagi kebanyakan orang. Haaland dilaporkan menyantap lebih dari satu kilogram daging merah berlemak, seperti ribeye atau steak tomahawk, bersama kentang, salad, dan susu.
Nilai Positif dari Diet Viking
Ahli nutrisi menilai ada sejumlah unsur positif dalam pola makan tersebut, khususnya pilihan bahan yang lebih utuh. Telur, ikan, daging, sayuran, kentang, dan pemanis alami seperti madu dapat membantu menekan asupan gula, natrium, serta lemak olahan.
Asupan protein dari beragam sumber juga dapat mendukung pemeliharaan otot, pemulihan tubuh, dan rasa kenyang. Hal ini relevan bagi atlet yang membutuhkan bahan bakar serta pemulihan setelah latihan dan pertandingan intens.
Sayuran seperti asparagus, salad, dan kentang turut menambah vitamin, mineral, serta serat makanan. Berbeda dari pola makan rendah karbohidrat yang ketat, Diet Viking versi Haaland tetap memasukkan sumber energi dari roti sourdough, kentang, dan nasi.
Ketersediaan karbohidrat ini penting untuk menunjang aktivitas fisik berintensitas tinggi. Meski begitu, para ahli gizi tetap banyak merekomendasikan komposisi piring seimbang, yaitu setengah sayuran, seperempat karbohidrat gandum utuh, dan seperempat protein.
Risiko Jeroan dan Daging Merah Berlebihan
Bagian yang perlu diperhatikan adalah konsumsi jeroan dalam jumlah besar dan terlalu sering. Hati serta jantung dapat meningkatkan asupan kolesterol dan purin, yang dapat menjadi masalah bagi penderita asam urat.
Asupan purin berlebih berisiko memicu peningkatan kadar asam urat dan gangguan metabolisme. Karena itu, pola makan berbasis jeroan tidak sesuai untuk semua orang, terutama mereka yang telah memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Ahli kesehatan juga mengingatkan agar hati sapi tidak dikonsumsi mentah. Bahan pangan tersebut dapat terpapar parasit, hepatitis E, dan bakteri.
Konsumsi daging merah harian Haaland juga perlu dilihat dalam konteks kebutuhan atlet elite, bukan sebagai patokan umum. Bagi orang awam, makan lebih dari satu kilogram daging merah setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker kolorektal, sekaligus menambah kalori serta lemak jenuh.
Protein memang penting untuk menjaga dan memperbaiki otot, tetapi jumlah yang lebih tinggi tidak selalu memberi manfaat kesehatan lebih besar. Bagi sebagian besar orang dewasa sehat, asupan sekitar 1 gram protein per kilogram berat badan per hari umumnya dianggap cukup.
Mengonsumsi protein jauh di atas kebutuhan secara konsisten dapat membuat biaya makan meningkat dan berkontribusi pada asupan kalori serta lemak jenuh berlebih. Diet Viking ala Haaland lebih tepat dipahami sebagai pola khusus yang mengikuti tuntutan fisik seorang atlet, bukan formula universal untuk tubuh atletis.
