Racun plastik kini menjadi perhatian serius di kalangan selebritas Hollywood, terutama setelah ditemukan bahwa mikroplastik menyebar luas dalam tubuh manusia. Mikroplastik ini, yang merupakan partikel plastik super kecil, telah terdeteksi di berbagai bagian tubuh, seperti darah, otak, paru-paru, hingga plasenta. Kekhawatiran terhadap dampaknya—yang diyakini bisa meningkatkan risiko kanker dan inflamasi—menjadi pendorong bagi sejumlah artis papan atas untuk menjalani metode detoks ekstrem.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah aktor Orlando Bloom. Ia mengaku baru-baru ini menjalani terapi pertukaran plasma darah di London dengan biaya mencapai Rp 200 juta. Prosedur yang berlangsung selama dua jam ini diklaim mampu menghilangkan racun plastik dan bahan kimia berbahaya. Bloom melihat terapi ini sebagai langkah baru dalam menjaga kesehatan jangka panjangnya, yang juga mencakup pola makan sehat dan meditasi harian.
Terapi Pertukaran Plasma: Apa Itu?
Terapi yang dipilih Bloom adalah jenis metode medis yang dikenal sebagai blood plasma exchange. Meskipun telah digunakan untuk mengobati penyakit berat seperti leukemia dan multiple sclerosis, efektivitasnya dalam mengeluarkan mikroplastik dari tubuh masih dipertanyakan. Sejumlah pakar mencemaskan bahwa prosedur ini mungkin lebih bersifat gimik dengan potensi risiko medis, seperti infeksi dan ketidakseimbangan elektrolit.
Profesor Edzard Ernst dari University of Exeter menegaskan tidak ada bukti kuat yang mendukung efektivitas prosedur ini terkait dengan kesehatan manusia. “Saya belum menemukan bukti yang dapat diandalkan bahwa prosedur ini benar-benar berdampak positif. Yang mungkin dapat diajukan sebagai hasil hanya uang pasien,” katanya. Pendapat serupa disampaikan oleh Dr. Michael Mrozinski, yang mengamati ironi bahwa darah pasien justru diproses melalui tabung dan mesin plastik selama terapi detoks ini.
Apakah Ada Bukti Ilmiah?
Meskipun ada satu studi kecil asal Amerika Serikat yang menyatakan bahwa terapi ini mungkin dapat memperlambat proses penuaan biologis, hasil tersebut masih diragukan karena berasal dari penelitian yang disponsori oleh startup yang menjual layanan serupa. Penelitian ini jelas kurang objektif karena adanya kepentingan komersial di baliknya.
Alternatif yang Lebih Masuk Akal
Di tengah maraknya tren selebritas yang mencoba membersihkan racun plastik, para ahli lebih menyarankan cara yang lebih sederhana dan terjangkau. Mereka mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengganti wadah makanan plastik dengan bahan kaca atau logam dan membatasi konsumsi makanan dalam kemasan plastik.
Karena mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui makanan, air, dan bahkan udara, pencegahan dengan mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan menjadi langkah yang lebih logis sampai ada bukti ilmiah yang lebih kuat mengenai efektivitas metode detoksifikasi ini. Dalam hal ini, tindakan pencegahan sehari-hari yang tepat dapat menjadi solusi yang lebih baik daripada mengikuti tren detoks mahal.
Pentingnya Memikirkan Kritis
Sebelum terjebak dalam tren detoksifikasi yang dipromosikan oleh selebritas, penting bagi individu untuk berpikir kritis. Apakah terapi yang ditawarkan benar-benar mampu membersihkan racun plastik dari tubuh, atau justru hanya menyapu bersih isi dompet? Kesehatan adalah hal yang serius, dan memilih langkah yang tepat untuk menjaganya perlu dilakukan dengan data yang akurat dan bukti ilmiah yang jelas.
Secara keseluruhan, pertanyaan mengenai efektivitas metode detoks mikroplastik ini masih menggantung dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun, langkah-langkah praktis untuk mengurangi paparan mikroplastik di lingkungan kita tetap menjadi pilihan yang bijak dan bertanggung jawab.
