Jenis-jenis Hepatitis dan Gejalanya: Waspadai Risiko Kesehatan Anda

Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, terutama infeksi virus. Di Indonesia, lebih dari 28 juta penduduk diperkirakan terinfeksi hepatitis B dan C, tetapi hanya sebagian kecil yang terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan. Penanganan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius seperti sirosis hati dan kanker hati, kata dr. Kharina Helhid dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta. Dalam konteks ini, penting untuk memahami jenis-jenis hepatitis, gejala yang timbul, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil.

Jenis Hepatitis dan Penyebabnya

Hepatitis dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan virus penyebabnya, yaitu Hepatitis A, B, C, D, dan E. Masing-masing virus berasal dari famili yang berbeda dan memiliki cara penularan yang juga berbeda.

  1. Hepatitis A (HAV)
    Ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Virus ini menyebabkan gejala seperti pusing, mual, dan jaundice (mata serta kulit menjadi kuning). Gejala ini umumnya muncul dalam waktu 2-6 minggu setelah terinfeksi.

  2. Hepatitis B (HBV)
    Penularan terjadi melalui cairan tubuh seperti darah dan semen. Gejala yang muncul mirip dengan flu, seperti kehilangan nafsu makan, demam, dan nyeri perut. Hepatitis B dapat menjadi kronis dan menyebabkan sirosis hati.

  3. Hepatitis C (HCV)
    Virus ini juga ditularkan melalui darah dan cairan tubuh. Kebanyakan orang yang terinfeksi HCV dapat mengalami kronisitas, dan sekitar 10-20% dari mereka berisiko mengembangkan sirosis hati dalam waktu 15-20 tahun.

  4. Hepatitis D (HDV)
    Dikenal sebagai virus delta, hepatitis D hanya dapat menginfeksi individu yang sudah terinfeksi hepatitis B. Gejala mirip dengan hepatitis B, dan virus ini mempercepat proses kerusakan hati.

  5. Hepatitis E (HEV)
    Ditularkan melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Meskipun gejala mirip dengan hepatitis A, infeksi HEV dapat menjadi lebih serius, terutama pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Gejala Hepatitis yang Harus Diwaspadai

Pengidap hepatitis sering kali tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi, karena banyak jenis hepatitis tidak menunjukkan gejala yang jelas di awal. Beberapa gejala yang harus diwaspadai meliputi:

Menurut dr. Kharina, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. “Hepatitis B dan C bisa menyerang tanpa disadari selama bertahun-tahun. Jika terdeteksi lebih awal, pengobatan yang diberikan bisa sangat efektif,” ujarnya.

Pentingnya Skrining dan Vaksinasi

Peningkatan kesadaran tentang hepatitis sangat penting, terutama dalam konteks pencegahan. Dengan mengadakan seminar dan kampanye edukasi, masyarakat diharapkan lebih memahami risiko yang terkait dengan penyakit ini. Holywings Peduli, misalnya, baru-baru ini mengadakan seminar kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hepatitis B.

Langkah pencegahan seperti vaksinasi hepatitis A dan B juga dapat dilakukan untuk melindungi diri dari infeksi. Pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, sangat dianjurkan. Ini termasuk individu yang memiliki riwayat paparan orang lain yang terinfeksi, pengguna narkoba, atau yang bekerja di sektor kesehatan.

Kesimpulan Tindakan Preventif

Dalam menangani hepatitis, memperhatikan gejala dan melakukan konsultasi medis sedini mungkin adalah langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Masyarakat juga perlu didorong untuk lebih peduli terhadap kesehatan hati mereka dengan menjalani gaya hidup sehat dan menghindari faktor risiko yang dapat menyebabkan infeksi. Setiap individu memiliki peran dalam memperkecil penyebaran penyakit ini dan menjaga kesehatan mereka sendiri.

Exit mobile version