Belakangan ini, istilah burnout semakin sering disoroti di kalangan masyarakat, terutama setelah kematian diplomat Kementerian Luar Negeri RI, Arya Daru, yang diungkapkan oleh Polda Metro Jaya disebabkan oleh kelelahan akibat tugas beratnya sebagai diplomat. Kasus ini menggarisbawahi bagaimana burnout dapat memengaruhi kesehatan mental hingga berakibat fatal.
Pengertian Burnout
Burnout merupakan kondisi stres ekstrem yang muncul akibat beban kerja yang berlebihan. Menurut Healthline, burnout ditandai dengan kelelahan fisik dan mental, serta dampaknya yang merugikan motivasi dan kinerja seseorang. Gejala utama burnout meliputi kehilangan rasa bangga terhadap pekerjaan, kesulitan berkonsentrasi, serta perasaan kurang berarti. Dalam banyak kasus, individu yang mengalami kondisi ini cenderung berperilaku negatif terhadap diri sendiri dan orang lain, yang dapat menyebabkan isolasi sosial.
Gejala Burnout
Burnout sering kali tidak disadari pada tahap awal. Beberapa gejala yang dapat dikenali meliputi:
- Mudah lupa dan kesulitan berkonsentrasi.
- Berkurangnya rasa bangga terhadap pekerjaan.
- Kehilangan fokus dan tujuan hidup.
- Ketegangan otot dan nyeri fisik.
- Frustrasi dan mudah tersinggung.
Estimasi menunjukkan bahwa sekitar 4 hingga 7 persen pekerja mengalami burnout, dengan angka yang lebih tinggi pada sektor tertentu seperti layanan kesehatan. Dampak dari burnout ini bisa jauh lebih serius, menciptakan risiko bagi kesehatan fisik dan mental, termasuk penyakit kardiovaskular dan depresi.
Penyebab Burnout
Banyak faktor yang dapat menyebabkan burnout. Situasi pekerjaan dengan tuntutan yang berat, lingkungan kerja yang tidak mendukung, atau kurangnya pengakuan dari atasan menjadi penyebab umum. Kombinasi antara pekerjaan dan tanggung jawab di rumah juga seringkali memperparah kondisi ini, terutama ketika individu merasa harus mengelola semua hal sendirian.
Cara Mengatasi Burnout
Mengatasi burnout tidaklah mudah, namun ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk meringankan beban dan mencari jalan keluar dari kondisi ini:
-
Identifikasi Sumber Stres: Mencari tahu apa yang menjadi pemicu stres dapat membantu langkah awal dalam menyelesaikannya. Hal ini termasuk mengidentifikasi beban kerja yang berlebihan atau masalah relasional di tempat kerja.
-
Buat Perubahan Langsung: Langkah ini meliputi meminta pengurangan tugas atau dukungan dari atasan agar beban kerja dapat dikelola lebih baik.
-
Berkonsultasi dengan Orang Terdekat: Bercerita dengan sahabat atau anggota keluarga yang dipercaya dapat memberikan perspektif baru dan dukungan emosional.
-
Berbicara dengan Profesional: Terapi dapat membantu individu mengidentifikasi dan menangani penyebab kelelahan, serta memberikan dukungan psikologis yang dibutuhkan.
-
Setelah itu, Pertimbangkan Pilihan Anda: Jika situasi tidak kunjung membaik, berpindah pekerjaan mungkin menjadi pilihan yang bijaksana.
-
Ambil Kendali: Mengambil kembali kendali atas hidup Anda bisa mengurangi perasaan tidak berdaya.
-
Tetapkan Batasan: Pembatasan waktu untuk diri sendiri dan belajar mengatakan “tidak” bisa membantu mengurangi beban.
-
Mengasihi Diri Sendiri: Ini adalah bagian penting dalam mengatasi burnout. Beristirahat dan melakukan kegiatan yang disukai dapat mengembalikan motivasi.
-
Perhatikan Kesehatan Fisik dan Mental: Tidur yang cukup, olahraga, serta menjaga pola makan sehat mendukung pemulihan dari kondisi ini.
- Fokus pada Kebahagiaan: Mengingat kembali aktivitas yang membawa kebahagiaan dapat mendorong individu untuk menunjukkan kembali gairah dalam hidup.
Burnout adalah masalah serius yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya dan mencari solusi yang tepat agar kualitas hidup dan kesehatan mental tetap terjaga. Mengambil langkah awal untuk mengatasi burnout dapat membuat perbedaan signifikan dalam hidup seseorang.
